Mengenal Tentang Body Dysmorphic Disorder (BDD)

oleh -205 views
body dysmorphic disorder

ZETIZEN RADAR CIREBON – Body dysmorphic disorder (BDD) adalah gangguan mental yang berbeda di mana seseorang di sibukkan dengan cacat fisik yang di bayangkan atau cacat kecil yang sering tidak dapat di lihat orang lain. Akibatnya, orang dengan gangguan ini melihat diri mereka sebagai “jelek” dan sering menghindari paparan sosial atau beralih ke operasi plastik untuk mencoba memperbaiki penampilan mereka. (herdi)

BDD berbagi beberapa fitur dengan eating disorder dan Obsessive Compulsive Disorder. BDD mirip dengan gangguan makan di mana keduanya melibatkan perhatian dengan citra tubuh. Namun, seseorang dengan gangguan makan mengkhawatirkan berat badan dan bentuk seluruh tubuh, sementara orang dengan BDD mengkhawatirkan bagian tubuh tertentu.

Gejala Body Dysmorphic Disorder

Tanda dan gejala body dysmorphic disorder meliputi:

  • Menjadi sangat sibuk dengan kekurangan yang di rasakan dalam penampilan yang bagi orang lain tidak dapat di lihat atau tampak kecil
  • Keyakinan yang kuat bahwa Anda memiliki cacat dalam penampilan Anda yang membuat Anda jelek atau cacat
  • Keyakinan bahwa orang lain memperhatikan penampilan Anda secara negatif atau mengejek Anda
  • Terlibat dalam perilaku yang di tujukan untuk memperbaiki atau menyembunyikan kelemahan yang di rasakan yang sulit untuk di tolak atau di kendalikan, seperti sering memeriksa cermin, merawat atau menguliti
  • Mencoba menyembunyikan kekurangan yang di rasakan dengan gaya, riasan, atau pakaian
  • Terus-menerus membandingkan penampilan Anda dengan orang lain
  • Sering mencari kepastian tentang penampilan Anda dari orang lain
  • Memiliki kecenderungan perfeksionis
  • Mencari prosedur kosmetik dengan sedikit kepuasan
  • Menghindari situasi sosial

Apa Penyebab Body Dysmorphic Disorder?

Penyebab pasti BDD tidak di ketahui. Namun satu teori menunjukkan gangguan tersebut melibatkan masalah dengan ukuran atau fungsi area otak tertentu yang memproses informasi tentang penampilan tubuh. Fakta bahwa BDD sering terjadi pada orang dengan gangguan kesehatan mental lainnya, seperti depresi berat dan kecemasan, lebih lanjut mendukung dasar biologis untuk gangguan tersebut.

Faktor lain yang mungkin mempengaruhi perkembangan atau memicu BDD meliputi:

  • Pengalaman peristiwa traumatis atau konflik emosional selama masa kanak-kanak
  • Rendah diri
  • Orang tua dan orang lain yang mengkritik penampilan orang tersebut

Tekanan dari teman sebaya dan masyarakat yang menyamakan penampilan fisik dengan kecantikan dan nilai juga dapat berdampak pada perkembangan BDD.

Perawatan

Perawatan untuk BDD kemungkinan akan mencakup kombinasi terapi berikut:

  • Psikoterapi: Ini adalah jenis konseling individu yang berfokus pada perubahan pemikiran (terapi kognitif) dan perilaku (terapi perilaku) seseorang dengan body dysmorphic disorder. Di samping itu tujuannya adalah untuk memperbaiki keyakinan yang salah tentang cacat dan untuk meminimalkan perilaku kompulsif.
  • Terapi kelompok dan/atau keluarga: Dukungan keluarga sangat penting untuk keberhasilan pengobatan. Apalagi penting bagi anggota keluarga untuk memahami body dysmorphic disorder dan belajar mengenali tanda dan gejalanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.