Panic Attack! Mengenal Lebih Jauh Tentang Agoraphobia

oleh -315 views
Agoraphobia

ZETIZEN RADAR CIREBON – Agoraphobia adalah jenis gangguan kecemasan di mana Anda takut dan menghindari tempat atau situasi yang dapat menyebabkan Anda panik dan membuat Anda merasa terjebak, selain itu juga anda mungkin merasa tak berdaya atau malu. Anda takut akan situasi aktual atau yang diantisipasi, seperti menggunakan transportasi umum, berada di ruang terbuka atau tertutup, mengantre, atau berada di keramaian. (herdi)

Kecemasan disebabkan oleh ketakutan bahwa tidak ada cara mudah untuk melarikan diri atau mendapatkan bantuan jika kecemasan meningkat. Namun kebanyakan orang yang menderita agoraphobia mengembangkannya setelah mengalami satu atau lebih serangan panik, menyebabkan mereka khawatir akan mengalami serangan lain dan menghindari tempat-tempat di mana hal itu mungkin terjadi lagi.

Orang dengan agoraphobia sering mengalami sulit merasa aman di tempat umum mana pun, terutama tempat orang banyak berkumpul. Anda mungkin merasa membutuhkan pendamping, seperti saudara atau teman, untuk menemani Anda ke tempat-tempat umum.

Gejala Agoraphobia

Agoraphobia dapat melibatkan kombinasi ketakutan, perasaan lain, dan gejala fisik. Ini semua dapat bervariasi dari ringan hingga parah. di antara eberapa orang dapat mengelola gejala agoraphobia dengan mengikuti rutinitas. Bagi orang lain, itu bisa sangat melemahkan.

Menurut DSM-5,  seseorang dengan agoraphobia umumnya takut dengan hal berikut:

  • menggunakan transportasi umum
  • Ruang terbuka
  • Berada di ruang tertutup
  • berada di keramaian
  • berpergian di luar rumah sendirian

Dan ada juga gejala fisik seperti berikut :

  • jantung yang berpacu atau detak jantung yang cepat
  • sesak napas atau hiperventilasi
  • berkeringat
  • merasa sakit
  • nyeri dada atau ketidaknyamanan
  • pusing
  • pingsan
  • muntah dan gejala gastrointestinal lainnya
  • memerah dan kedinginan

Penyebab Agoraphobia

Alasan spesifik mengapa agoraphobia berkembang masih belum jelas, tetapi perubahan di area otak yang mengontrol respons rasa takut mungkin berperan.

DSM-5 mencantumkan tiga jenis faktor risiko berikut:

  • Faktor lingkungan: Agoraphobia dapat berkembang setelah mengalami kejahatan, pelecehan, atau peristiwa traumatis.
  • Genetik: Ada tanda-tanda bahwa orang dapat mewarisinya.
  • Faktor temperamen: Beberapa orang tampaknya lebih rentan terhadap gangguan yang berhubungan dengan kecemasan.

Perawatan

Psikoterapi

Dalam profesi psikoterapi, dia mengatasi penyebab dan gejala kecemasan pasiennya. Dalam prosesnya, orang tersebut dapat menemukan cara baru untuk menghadapi ketakutan mereka.

CBT berfokus pada mengubah cara seseorang berpikir dan bereaksi terhadap keadaan tertentu. Orang tersebut mungkin belajar:

  • Cara baru menghadapi situasi yang memicu gejalanya
  • Cara baru mengelola stres dan gejala agoraphobia
  • Teknik untuk mengelola rasa takut, seperti latihan pernapasan dalam

Untuk membantu seseorang mengatasi rasa takutnya, terapis dapat memulai dengan berjalan kaki singkat dari rumah bersama mereka dan secara bertahap meningkatkan jarak dari waktu ke waktu. Ini dapat memberikan cara yang aman untuk menghadapi perasaan yang tidak diinginkan.

Perawatan Diri Untuk Menghadapi Gejala

Beberapa strategi bermanfaat untuk memanajemen gejalanya meliputi:

  • Mencari bantuan dan mengikuti rencana perawatan yang dihasilkan
  • Berlatih teknik relaksasi
  • Berolahraga secara teratur
  • Memiliki pola makan yang sehat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.