Mengungkap Pembunuhan Berantai Hwaseong

oleh -261 views
pembunuhan berantai hwaseong
Photo by : koreaboo.com

Mengungkap pembunuhan berantai Hwaseong, di Provinsi Gyeonggi. Kini masih menjadi pembicaraan di Korea Selalatan hingga saat ini. (Dheva)

Polisi akhirnya membongkar kasus Setelah 30 tahun lebih tidak terpecahkan. Pembunuhan berantai yang di kenal sebagai Korean zodiac killer atau Hwaseong Sarin Sakon. Kasus Hwaseong menjadi salah satu peristiwa yang menjadi cerita legenda di korea saat ini.

Pembunuhan pertama pada kasus Pembunuhan Berantai Hwaseong ini terjadi pada 15 September 1986. Seorang perempuan paruh baya di temukan meninggal dengan kondisi terikat dengan pakaiannya sendiri. Kasus yang sama terus berulang, dengan pola yang sama pula, hingga 3 April 1991.

Pada awal penyelidikan, polisi hanya mampu mengumpulkan bukti forensik tersangka dan kesaksian berbagai saksi.

Menurut saksi, pembunuhan di lakukan seorang pria berusia 20-an dengan tinggi sekitar 170 cm dengan golongan darah O. 

Karena pada masa itu belum canggih polisi tidak bisa men-tes DNA sehingga polisi hanya bisa mengetahui golongan darah di mana hal itu tidak bisa mencari tersangka yang sebenarnya dengan akurat. Namun, 1 hal yang membuat polisi yakin bahwa pembunuhnya adalah orang yang sama adalah pola dari pembunuhan itu sendiri. Korban di cekik lalu di ikat menggunakan pakaian dengan simpul yang sama.

Lokasi terjadinya pembunuhan itu merupakan area perkampungan Hwaseong yang saat itu masih sepi penduduk. Beberapa Mayat di temukan tersebar di beberapa lokasi seperti ladang, sawah, dan saluran air. Ratusan polisi, barang bukti, keterangan saksi di kerahkan semaksimal mungkin untuk mengungkap kasus, hingga puluhan orang masuk daftar tersangka.

Setelah korban terakhir ditemukan pada 1991, pembunuh ini menghilang begitu saja. Menurut para profiler, ada dua kemungkinan yang terjadi, pertama pelaku meninggal atau ia berada di dalam penjara atas kasus lain selain pembunuhan. Setelah melewati batas kadaluarsanya ( Berdasarkan Hukum Acara Pidana Di korea sendiri pada saat itu ada batas kasus kadaluarsa di mana jika sebuah kasus sudah mencapai 15 tahun maka kasus tersebut tidak bisa di buka kembali dan pembunuh sebenarnya tidak bisa di hukum).

Walaupun pembunuh pada kasus ini terungkap maka karena sudah kadaluarsa, tersangka tetap tidak bisa di hukum. Namun polisi masih menyimpan DNA pelaku yang di temukan pada salah satu korban. Saat ini, karena jaman sudah canggih di bandingkan pada masa itu, pengadaan DNA berhasil di lakukan, dan kasus akhirnya menemui titik terang. Akhir Sepember 2019 lalu, polisi wilayah Provinsi Gyeonggi Nambu mengumumkan bahwa mereka berhasil mengidentifikasi tersangka yang kini sedang menjalani hukuman penjara karena kasus lain.

Tersangka Lee Chun Jae, memiliki profil wajah hampir mirip dengan sketsa tersangka yang beredar di masyarakat. Sketsa ini di buat berdasarkan ingatan salah seorang sopir bus, yang menemukan salah seorang penumpang aneh di dekat salah satu TKP kasus.

Lihat juga : Alur Cerita Strangers From Hell Episode 3

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *