Sejarah dan Biografi Sayuti Melik yang Harus Kamu Ketahui

oleh -141 views
Sayuti Melik

ZETIZEN RADAR CIREBON – Tidak terasa, mulai besok Negara Kesatuan Republik Indonesia akan merayakan hari ulang tahun kemerdekaannya yang ke-76. Sudah menjadi kodratnya, seluruh warga negara Indonesia merayakan hari tersebut dengan meriah. Selain itu, setiap kota dan beberapa instansi selalu mengadakan kegiatan upacara pengibaran bendera untuk mengingat para pahlawan yang telah gugur dalam membela kedaulatan NKRI. Dipertengahan kegiatan upacara, sang Pembina upacara pasti membacakan teks Proklamasi. Berbeda dengan upacara bendera di kota lainnya, upacara pengibaran bendera di Istana Merdeka pastinya menggunakan naskah proklamasi asli ketikan Sayuti Melik yang dibacakan Presiden RI. (mrg)

Seperti yang sudah kalian tahu, naskah Proklamasi yang sudah disusun dan dibacakan oleh Ir. Soekarno telah diketik ulang oleh salah satu pahlawan dari golongan muda yang bernama Sayuti Melik. Selain itu, beliau juga telah banyak berperan untuk memperjuangkan kemerdekaan RI. Ingin tahu apa saja itu? Berikut adalah biografi pengetik teks Proklamasi, Sayuti Melik

Baca juga : Cerita di Balik Lahirnya Polwan, Sudah Tahu Belum?

Biografi Sayuti Melik

Muhammad Ibnu Sayuti atau dikenal dengan nama Sayuti Melik lahir di Sleman, Yogyakarta pada tanggal 22 November 1908. Beliau merupakan anak dari Kepala Desa Sleman, Yogyakarta yaitu Abdul Mu’in alias Partoprawito. Sedangkan ibunya yang bernama Sumilah.

Sayuti Melik menagawali pendidikannya di sekolah Ongko Loro (Sekolah Dasar) di desa Srowolan hingga kelas IV, lalu melanjutkan pendidikannya hingga mendapat ijazah di Yogyakarta. Ketika belajar di sekolah guru di Solo, 1920, ia belajar nasionalisme dari guru sejarahnya yang berkebangsaan Belanda, H.A. Zurink. Pada usia belasan tahun itu, ia sudah tertarik membaca majalah Islam Bergerak pimpinan K.H. Misbach di Kauman, Solo, ulama yang berhaluan kiri. Ketika itu banyak orang, termasuk tokoh Islam, memandang Marxisme sebagai ideologi perjuangan untuk menentang penjajahan. Dari Kiai Misbach ia belajar Marxisme. Perkenalannya yang pertama dengan Bung Karno terjadi di Bandung pada 1926.

Semasa hidupnya, Sayuti Melik sempat dibuang dan diasingkan oleh Belanda ke beberapa tempat. Hal ini dikarenakan ia telah banyak merilis tulisan-tulisan seputar politik. Salah satu alasannya karena ia dituduh telah mendukung PKI oleh Belanda.

Menikah dengan Trimurti

Sepulang dari pembuangannya, Sayuti menjumpai Soerastri Karma Trimurti. Kemudian mereka menikah pada tanggal 19 Juli 1938.

Pada tahun itu juga Mereka mendirikan koran Pesat di Semarang yang terbit tiga kali seminggu dengan tiras 2 ribu eksemplar. Karena penghasilannya masih kecil, pasangan suami-istri itu terpaksa melakukan berbagai pekerjaan, dari redaksi hingga urusan percetakan, dari distribusi dan penjualan hingga langganan.

Trimurti dan Sayuti Melik bergiliran masuk keluar penjara akibat tulisan mereka mengkritik tajam pemerintah Hindia Belanda. Sayuti sebagai bekas tahanan politik yang dibuang ke Boven Digul selalu dimata-matai dinas intel Belanda (PID).

Pada zaman pendudukan Jepang, Maret 1942 koran Pesat diberedel Japan, Trimurti ditangkap Kempetai, Jepang juga mencurigai Sayuti sebagai orang komunis.

Pada 9 Maret 1943, diresmikan berdirinya Putera (Pusat Tenaga Rakyat) dipimpin “Empat Sekawan” Soekarno, Moh. Hatta, Ki Hadjar Dewantara, dan K.H Mas Mansoer. Saat itu Soekarno meminta pemerintah Jepang membebaskan Trimurti, lalu membawanya ke Jakarta untuk bekerja di Putera, dan kemudian di Djawa Hookoo Kai, Himpunan Kebaktian Rakyat Seluruh Jawa. Dan lalu Trimurti dan Sayuti Melik dapat hidup relatif tenteram. Sayuti terus berada di sisi Bung Karno.

Berperan dalam Peristiwa Rengasdengklok

Sayuti Melik juga merupakan salah satu dalang dibalik terjadinya peristiwa penculikan Ir. Soekarno dan Moh. Hatta di Rengasdengklok. Seperti yang sudah kita ketahui, peristiwa ini bertujuan untuk menghalang Ir. Soekarno dan Moh. Hatta dari pengaruh Jepang, serta menyegarakan kemerdekaan RI.

Sumber : Ketiks.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.