Alur Cerita Strangers From Hell Episode 4

oleh -174 views
strangers from hell

Alur Cerita Strangers From Hell Episode 4

Alur Cerita Strangers From Hell Episode 4 – Jong-woo segera pamit kepada Moon-zo bahwa dia ingin beristirahat sebab besok dia akan bekerja. Ketika Jong-woo sampai di depan kamarnya, di dapur, Moon-zo berbicara kepada Mrs. Bok-soon bahwa “Padahal dagingnya enak”. (Dheva)

Mrs Bok-soon sambil memakan daging tersebut mengatakan “astaga, mungkin dia sangat sensitive. Mungkin dia keliru. Haruskah aku menambahkan MSG”. Moon-zoo mengatakan “nanti rasa asli dagingnya akan hilang.”

Di tempat lain, Duo Byeon Deuk-jong mengendarai mobil namun dihentikan oleh polisi Jung-hwa. Dia mengamati Deuk-jong 2 di kursi belakang memperhatikan tangannya mengenakan jam yang sama persis dengan jam tangan yang dipakai Kumail (saat Jung-hwa melihat foto Kumail saat diperlihatkan oleh istrinya).  

Jung-hwa meminta Deuk-jong untuk membuka bagasi belakangnya. Di saat pengecekan itu, Deuk-jong 2 memperhatikan Jung-hwa sepertinya bekerja sendiri dan dia mulai memikirkan inisiatif membunuhnya namun segera dia menyadari bahwa ada polisi lain dalam mobil. Segera Duo Deuk-jong pergi. 

Jong-woo bermimpi rekan anggota militernya memakan daging dan menawarkan kepadanya “Apakah kamu mau?” segera wajahnya bertukar dengan sosok Moon-zo dan berkata “Ini daging manusia” segera Jong-woo terbangun. Saat dia bangun, Moon-zo memperhatikan Jong-woo di balik lubang kecil yang ada di kamarnya.  

Jong-woo bersiap berangkat kerja namun dia di kejutkan dengan Nam-bok yang berdiri di depan kamar dengan memegang pisau dengan mengatakan “Kubunuh Kau” namun segera dia masuk ke kamarnya. Jong-woo berbicara dalam hati “ jika aku meladeninya sama saja aku seperti dirinya”. Ketika keluar dari apartemen dia menguping Polisi Jung-hwa berbicara dengan Mrs. Bok-soon.  

Jung-hwa menunjukkan foto Kumail dan mengatakan kepada Mrs. Bok-soon “apakah kamu tahu pria ini menghilang”.  Mrs Bok-soon mengatakan “Dia pria kamar 303 dan aku yang telah melapor hilangnya pria ini” Jong-woo mulai merasa curiga sebab sebelumnya Mrs Book-soon mengatakan kepada dirinya mantan penghuni 303 telah bunuh diri.  

Ketika Jong-woo berangkat kerja, Jung-hwa memberikan tumpangan kepada Jong-woo. Selama perjalanan, Jong-woo mengatakan ada penghuni lagi yang hilang dan menceritakan bahwa semalam detektif datang dan dia mengirimkan kartu namanya. Jung-hwa meminta kartu nama detektif tersebut namun Jong-woo meninggalkannya di kantor dan dia berjanji akan memberikan kepadanya.  

Di kantor, Ji-eun datang bersama dengan Jae-ho dan memperkenalkan kepada karyawan lain bahwa Ji-eun kekasih Jong-woo. Jong-woo terkejut segera meminta izin kepada Jae-ho untuk berbicara dengan Ji-eun di luar. Kemudian Jong-woo memberikan gantungan kunci yang di dapatkan waktu dia mencoba peruntungan mendapati laptop.

Jong-woo mengantarkan Ji-eun untuk berangkat kerja. Di saat itu Jong-woo memperhatikan dari kejauhan melihat Moon-zoo namun saat mobil melintas, Moon-zoo menghilang. Jong-woo merasa mungkin ini halusinasinya saja. 

Di Apartemen Eden, Mrs. Bok-soon membawa wanita atau peramal yang dia temui di jalan.  Kemudian Mrs. Bok-soon menjamunya minuman dan dia pun meminumnya. Deuk-jong 1 ikut bergabung meminta untuk meramalnya.  Si Peramal mengetahui bahwa Deuk-jong punya saudara kembar. Deuk-jong 1 meminta untuk meramalkan hal lain.     

Si peramal mengatakan “ini akan menjadi tahun yang buruk. Itu karena karma dosa-dosamu” Deuk-jong 1 mengatakan “kalau begitu, beri tahu aku. Pria atau wanita?” Si peramal mengatakan “seorang pria dan lebih muda” (sosok ancaman untuk Deuk-jong1).   

Segera si peramal merasa tidak nyaman dan ketika hendak pergi dia mulai pusing usai minum sajian yang di berikan Mrs. Bok-soon yang beracun. Mrs. Bok soon lalu menghantam kepala si peramal ke meja. Membawa wanita tersebut ke lantai 4 untuk menerima penghakiman.

Ketika tim kantor makan bersama, Shin Jae-ho menawarkan daging kepada Jong-woo namun Jong-woo mengalami halusiansi membayangkan Moon-zo menawarkan daging manusia. Jong-woo muntah di kamar mandi dan di hampiri oleh Byeong-min yang tidak suka terhadap sikap Jong-woo.  

Dia mengatakan “Jika berniat menarik simpati dengan paras tampanmu itu, tidak akan mempan padaku”. Jong-woo mengatakan “apa yang kamu bicarakan” Byeong-min lalu pergi.

Kemudian Jong-woo mulai frustrasi dan emosi dia memandang wajahnya di cermin dengan mengatakan “Haruskah aku membunuhnya”. Jong-woo perlahan tenang dan dia kembali ke meja makan dan meminta maaf.  

Di apartemen Eden di lantai 4, Si peramal dalam kondisi terikat dan ketakutan. Mrs. Bok-soon meminta kepada Nam-book untuk memberikan pisau yang di asahnya. Mrs. Bok-soon mengayunkan pisaunya hingga membuat si peramal ketakutan namun dia hanya mengancamnya dan memberikan Nam-book untuk mengurus si peramal untuk dibunuh. Sementara Mrs. Bok-soon pergi meninggalkan ruangan.  

Di kantor, Jong-woo mengirim foto kartu nama detektif Lee dan menghubungi Polisi Jung-hwa bahwa dia telah mengirim fotonya.

Tidak lama Jong-woo di hampiri Shin Jae-ho yang meminta Jong-woo untuk mengendalikan emosinya dan memintanya untuk tersenyum atas kejadian selama hari ini atas perilaku Jae-ho yang di anggap Jong-woo menghinanya. Jong-woo mencekik leher Jae-ho namun itu hanya halusinasi Jong-woo semata.  

Jung-hwa menghubungi kantor Detektif Cha dan mendapati kabar dari detektif lain bahwa Detektif Cha sedang berlibur. Ini membuat Jung-hwa mulai merasakan ada yang aneh. Jung-hwa bertanya pada seniornya terkait hal ini. Senior polisi mengatakan detektif biasanya menyelidiki sesuatu mereka akan sulit di hubungi.  

Di kantor, Jong-woo menghitung rincian biaya hidup per bulan yang membuatnya pusing sebab dia tidak akan bisa pindah ke kontrakan lain.

Di klinik gigi, Jung-hwa bertemu dokter Moon-zo. Jung-hwa terus mengoceh sendiri mengatakan “kucing yang mati, orang hilang….” dan segera dia berhenti berbicara meminta maaf kepada Moon-zo. Dia kembali berbicara bahwa para penghuni kos itu terasa aneh dan mencurigakan. Ini sedikit mengusik Moon-zo.  

Kemudian Moon-zo pergi untuk mengambil rekam medis dan dia mematikan cctv lalu berjalan kembali membawa jarum suntik. Namun saat itu Moon-zo melihat Jung-hwa menerima telepon dari rekannya bahwa dia ingin melihat CCTV yang di unduhnya dan menanyakan lokasi Jung-hwa dan Jung-hwa mengatakan dia berada di klinik dokter gigi. Kemudian Mendengar ini Moon-zo berhenti sejenak menyembunyikan Suntikannya. Jung-hwa lalu meminta izin kepada Moon-zo untuk pergi.  

Saat di kedai, Ji-eun sedang makan bersama dengan teman-temannya dan menerima panggilan telepon dari Jong-woo. Managernya meminta Ji-eun mengangkat teleponnya. Ji-eun menerimanya dan berbicara di luar namun dia memperhatikan dari luar jendela bahwa manager dan rekannya yang lain seakan membicarakannya. 

Jong-woo mengatakan kepada Ji-eun mengenai penghuni kost-nya yang aneh. Ji-eun mengatakan kepada Jong-woo “oppa, berapa penghuni kos di situ yang kamu anggap normal? Kamu akan lelah sendiri jika terlalu sensitive pada mereka. Selain itu menurutku kamu harus lebih tegas di kantor. Tahu tidak, di sebut baik itu bukan pujian lagi.” Ji-eun kemudian meminta maaf atas ucapannya tersebut.  

Jong-woo tiba di apartemen Eden dan Mrs. Bok-soon menawarkannya minuman dan Jong-woo meminumnya. Jong-woo lalu pergi ke kamarnya. Di dapur Mrs. Bok-soon sedang memotong daging, Moon-zo datang mengambil minum dan bertanya “Bagaimana kondisi Kamar 303?”  Mrs. Bok-soon mengatakan “Obatnya mulai berpengaruh, tidak perlu cemas. Malam ini kamu akan membereskan kamar 303?.”

Moon-zo menghampiri Mrs. Book-soon terkait wanita/si peramal di lantai empat yang di siksanya. Mrs Book-soon mengatakan “apakah kamu akan membunuhku juga karena gegabah?” Moon-zo menghampiri dan memegang pundaknya dan berkata “Tentu tidak, karena kamu istimewa”.

Jong-woo mengalami pusing dan mulai berhalusinasi (mungkin pengaruh minuman dari Mrs. Book-soon). Jong-woo mendengar bisikan mengatakan “Bunuh dia”.  Kemudian Di koridor Duo Deuk-jong dan Nam-bok memegang senjata masing-masing yang bersiap untuk menghakimi Jong-woo.

Sementara Moon-zoo mengintip di lubang kecil mengintai Jong-woo yang jatuh pingsan di tempat tidurnya dan Moon-zoo tertawa dengan Nampak menakutkan.  

Lihat juga : Mengungkap Pembunuhan Berantai Hwaseong

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.