3 Tipe Attention Deficit Hyperactive Disorder (ADHD)

oleh -120 views
types of ADHD

ZETIZEN RADAR CIREBON – Attention-deficit/hyperactivity disorder (ADHD) adalah gangguan perilaku yang menyebabkan gejala kurangnya perhatian, hiperaktif, dan impulsif, yang semuanya memiliki tingkat keparahan dan mengganggu aktivitas rutin sehari-hari. (herdi)

Baca Juga : Unisoc Dikabarkan akan Menjadi Perusahaan Chip Terbesar Ketiga

Gangguan inibiasanya berkembang pada masa kanak-kanak tetapi dapat berlanjut hingga dewasa. Orang dengan kondisi ini sering berjuang dengan perilaku impulsif, terlalu aktif, dan sulit untuk memperhatikan.

Meski tidak terlihat sama pada semua orang. Jenis ADHD yang di miliki seseorang tergantung pada gejala dan perilaku utama yang mereka tunjukkan.

Tiga Subtipe ADHD

Karena semua gejala ADHD bervariasi dari orang ke orang, penting untuk mempelajari karakteristik setiap presentasi sehingga Anda dapat mengenali yang mana yang mungkin dihadapi oleh Anda atau orang yang Anda cintai.

ADHD tipe lalai

Orang dengan presentasi ini tidak menunjukkan tanda-tanda hiperaktif atau impulsif. Mereka malah cenderung mengalami kesulitan mempertahankan fokus dan penuh perhatian. Seringkali sulit bagi orang dengan tipe lalai untuk memperhatikan dan terlibat dalam kegiatan terorganisir untuk jangka waktu yang lama.

Beberapa perilaku dan gejala yang mungkin di tunjukkan oleh orang dengan presentasinya ini meliputi:

  • Rentang perhatian yang pendek
  • Mudah terganggu
  • Tidak dapat memperhatikan detail dengan cermat
  • Kesulitan mendengarkan saat di ajak bicara
  • Pelupa saat melakukan aktivitas sehari-hari

ADHD Tipe Impulsif/Hiperaktif

Ini adalah jenis ADHD yang paling tidak umum. Orang dengan bentuk kondisi ini akan menunjukkan perilaku hiperaktif dan impulsif, tetapi tidak ada gejala kurangnya perhatian. Anda akan menemukan orang-orang dengan bentuk kondisi ini bergerak terus-menerus dan gelisah berlebihan.

Presentasi ini biasanya di tandai dengan gejala impulsif berikut:

  • Mengganggu atau mengganggu orang lain
  • Bertindak tanpa berpikir
  • Menjadi tidak sabar dan kesulitan menunggu giliran
  • Mengaburkan jawaban atas pertanyaan sebelum selesai

Gejala hiperaktif biasanya mencakup perilaku berikut:

  • Kegelisahan
  • Berbicara berlebihan

Tipe Gabungan

Ini adalah bentuk paling umum dari kondisi ini. Orang dengan tipe ini mengalami kombinasi gejala impulsif, hiperaktif, dan kurang perhatian.

Penyebab

Penyebab pasti dari ADHD tidak diketahui. Namun, penelitian saat ini menunjukkan bahwa genetika mungkin berperan pada seseorang yang mengembangkan kondisi tersebut.4 Dengan kata lain, jika Anda memiliki riwayat keluarga dengan kondisi tersebut, maka Anda mungkin lebih mungkin untuk mengembangkannya.

Anak-anak dengan ADHD juga telah di laporkan memiliki tingkat dopamin yang rendah. Meskipun ini mungkin tidak sepenuhnya bertanggung jawab untuk menyebabkan kondisi tersebut, hal itu di anggap sebagai faktor yang berkontribusi terhadap perkembangan gangguan otak.

Faktor-faktor lain yang di anggap berkontribusi pada perkembangan kondisi ini meliputi:

  • Merokok atau penggunaan alkohol selama kehamilan
  • Cedera kepala
  • Berat badan lahir rendah
  • Paparan racun lingkungan baik pada usia yang sangat muda atau selama kehamilan

Manajemen Perilaku

Orang tua dari anak-anak dengan ADHD biasanya di sarankan untuk mengambil kelas manajemen perilaku untuk membantu anak mereka dengan gejalanya daripada menggunakan terapis perilaku. Tujuannya adalah mengganti perilaku negatif dengan yang positif. Ini di lakukan dengan memantau tindakan mereka dan terlibat dalam tugas-tugas praktis yang dapat meningkatkan perilaku negatif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.