Alur Singkat 18 Again Episode 3

oleh -54 views
18 again
JTBC

Alur Singkat 18 Again Episode 3

Alur Singkat 18 Again Episode 3 – Di masa lalu Dae-young menyelamatkan gadis bernama Dajung yang hampir tidak sengaja tertabrak mobil, bertemu dan jatuh hati terhadap Dajung siswa pindahan yang datang ke sekolahnya. Saat hujan, para siswa laki-laki menawarkan payung kepada Dajung. Namun Dajung hanya ingin menerima tawaran dari Dae-young. (Dheva)

Waktu sekarang, Dae-young (yang kembali ke tubuh usia 18 tahun dengan menggunakan nama Woo-young) gugup atas kunjungan mendadak Dajung ke kediaman Deok-jin. Dajung memojokkan Woo-young dan mengatakan “kamu Hong Dae-yung”.

Deok-jin lalu mengatakan bahwa Ibunya mirip dengan dengan Dae-young. Dae-young segera pergi berangkat ke sekolah setelah di minta oleh Deok-jin. Dajung menghubungi bertanya pada Dae-young, dan segera Dae-young/Woo-young menjawab telepon.

Dajung bertanya apa benar Ibu Dae-young mirip dengannya. Dae-young berpura-pura bahwa memang itu benar dan meyakinkannya bahwa Deok-jin membesarkan anaknya sendiri. Ini membuat Dajung merasa aneh.

Di sekolah, Woo-young/Dae-young mendengar putrinya Shi-ah dan geng lain bergosip mengenai ayah mereka mengatakan mereka tidak mempunyai cukup uang jajan.

Secara khusus, Shi-ah mengatakan dia mendapatkan uang lebih dari ayahnya saat dia menjual mimpinya kepada ayahnya sebagai keberuntungan sehingga ayahnya memberikannya uang.

Shi-ah dan gengnya bersimpati dengan ucapan Woo-young/Dae-young yang menasehati mereka untuk tidak memeras ayah mereka. Sejak itu mereka berjanji bersikap baik terhadap ayah mereka.

Di sekolah hujan turun, Woo-young/Dae-young buru-buru membeli 2 payung dan menyerahkan kepada Shi-ah dan lainnya di serahkan kepada Shi-woo dengan meletakkannya di mejanya. Malam hari, secara kebetulan Woo-young/Dae-young bertemu Aerin memegang payung.

Woo-young/Dae-young meminta Aerin mengantarnya menuju halte bus. Aerin jatuh hati terhadap ketampanan Woo-young/Dae-young. Namun di masa lalu, saat Dae-young tua, Arin berusaha melakukan perlakuan berbeda pada Dae-young tua.

Di kantor, Dajung mendapatkan perhatian dari para wawancara karena dia merupakan seorang Ibu. Di sekolah, Dajung menyampaikan berita kepada Si-woo bahwa dirinya di terima sebagai penyiar. Mereka berpelukan dan bersuka cita.

Woo-young/Dae-young mendengar ini, dia menghampiri mereka berdua dan berpelukan. Di sisi lain terjadi keributan di station penyiaran. Director mengetahui bahwa Dajung seorang Ibu dan anak kembar sehingga dia mengubah posisi Dajung yang sebenarnya berada di peringkat pertama berada di urutan bahwa dengan Yoomi berada di posisi pertama selama proses ujicoba kerja.

Esok hari di hari pertama kerja, Shi-ah memberikan hadiah Dajung dengan permintaan maaf sementara itu Woo-young/Dae-young menunggu di depan rumah dan menyarankan Dajung mengganti pakaiannya, mengatakan bahwa roknya terlalu pendek dan Dajung mengenakannya dengan rapi.

Di kantor, Ja-young merasa senang menyebut Dajung sebagai kakak perempuan dan menunjukkan sikap ramah namun Yumi menempelkan benih kebencian dan sombong sebab saudara perempuannya merupakan penyiara resmi di sana.

Di sekolah, Jasung berusaha untuk mengganggu Siwoo lagi, dan Woo-young/Dae-young menyarankan permainan bola basket dengan pertarungan. Jika Jasung kalah, dia tidak boleh mengganggu Shi-woo lagi.

Saat di lapangan, Woo-young/Dae-young dan Shi-woo menikmati permainan mereka dan berhasil menang. Ini membuat teman-teman yang lain terkejut dengan keterampilan bola basket keduanya.

Dajung masih dalam masa percobaan, tidak ada yang meliriknya sebab peringkatnya. Namun kesempatan itu datang ketika dia mewawancarai bintang top baseball. Meskipun harus menerima guyuran air dari pemain lain.

Dajung menjadi topik hangat dan terkejut saat dia menerima dukungan, dan Woo-young/Dae-young bertemu dia di halte dan melepas pakaiannya untuk menyelimuti Dajung yang basah. Dia khawatir terhadap Dajung.

Suatu ketika seseorang memposting di internet mengenai kehamilan Dajung saat di sekolah dan opini publik yang sebelumnya baik menjadi cepat berubah menjadi mengkritik Dajung.

Esok hari di sekolah, Jasung mengkritik kehamilan sekolah Dajung sebagai alasan untuk putrinya Shi-ah. Woo-young/Dae-young tidak tahan dia bersiap melangkah namun Ji-ho justru melayangkan tinjunya kepada Jasung. Jasung marah mematahkan gagang sapu bersiap memukul Ji-ho namun dia di hentikan oleh Woo-young/Dae-young.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.