,

Mengenal Tentang Bias Negatif dan Dampaknya

oleh -142 views
bias negatif

ZETIZEN RADAR CIREBON – Pernahkah Anda mendapati diri Anda memikirkan penghinaan atau terpaku pada kesalahan Anda? Kritik sering kali memiliki dampak yang lebih besar daripada pujian, dan berita buruk sering kali lebih menarik perhatian daripada kebaikan. Alasan untuk ini adalah bahwa peristiwa bias negatif memiliki dampak yang lebih besar pada otak kita daripada yang positif. (herdi)

Apa Bias Negatif?

Bias negatif adalah kecenderungan kita tidak hanya untuk mendaftarkan rangsangan negatif lebih mudah tetapi juga untuk memikirkan peristiwa ini. Juga dikenal sebagai asimetri positif-negatif, bias negatif ini berarti bahwa kita merasakan sengatan teguran lebih kuat daripada kita merasakan sukacita pujian.

Fenomena psikologis ini menjelaskan mengapa kesan pertama yang buruk bisa begitu sulit diatasi dan mengapa trauma masa lalu dapat memiliki efek yang bertahan lama.

Contoh Bias Negatif

Anda mempermalukan diri sendiri di depan teman-teman Anda bertahun-tahun yang lalu dan masih dapat mengingat peristiwa itu dengan jelas. Anda mendapati diri Anda merasa ngeri karena malu, meskipun teman-teman Anda mungkin telah melupakannya sama sekali.

Dari Mana Bias Negatif Berasal

Kecenderungan kita untuk lebih memperhatikan hal-hal buruk dan mengabaikan hal-hal baik kemungkinan besar merupakan hasil evolusi. Sebelumnya dalam sejarah manusia, memperhatikan ancaman buruk, berbahaya, dan negatif di dunia secara harfiah adalah masalah hidup dan mati.

Perspektif evolusioner menunjukkan bahwa kecenderungan untuk memikirkan yang negatif lebih dari yang positif hanyalah salah satu cara otak mencoba untuk membuat kita tetap aman.

Perkembangan

Penelitian menunjukkan bahwa kondisi ini mulai muncul pada masa bayi. Bayi yang sangat muda cenderung lebih memperhatikan ekspresi wajah dan nada suara yang positif, tetapi hal ini mulai berubah saat mereka mendekati usia satu tahun.

Studi otak menunjukkan bahwa sekitar waktu ini, bayi mulai mengalami respons otak yang lebih besar terhadap rangsangan negatif. Ini menunjukkan bahwa bias negatif otak muncul selama paruh kedua tahun pertama kehidupan seorang anak.

Respon Otak

Bukti ilmu saraf telah menunjukkan bahwa ada pemrosesan saraf yang lebih besar di otak sebagai respons terhadap rangsangan negatif. Studi yang melibatkan pengukuran potensi otak terkait peristiwa, yang menunjukkan respons otak terhadap rangsangan sensorik, kognitif, atau motorik tertentu. Telah menunjukkan bahwa rangsangan negatif menghasilkan respons otak yang lebih besar daripada yang positif.

Dampak

Hubungan

Bias negatif dapat memiliki efek mendalam pada hubungan Anda. Bias mungkin membuat orang mengharapkan yang terburuk pada orang lain, terutama dalam hubungan dekat di mana orang sudah saling kenal untuk waktu yang lama.

Pengambilan Keputusan

Bias negatif dapat mempengaruhi proses pengambilan keputusan. Dalam karya terkenal mereka, peneliti pemenang Hadiah Nobel Kahneman dan Tversky menemukan bahwa ketika membuat keputusan, orang secara konsisten menempatkan bobot yang lebih besar pada aspek negatif dari suatu peristiwa daripada yang mereka lakukan pada aspek positif.

Persepsi Orang

Saat membentuk kesan orang lain, orang juga cenderung lebih fokus pada informasi negatif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.