Mengetahui Jumlah Emosional Manusia yang Ada

oleh -165 views
emosional manusia

ZETIZEN RARAR CIREBON – Emosi menguasai begitu banyak kehidupan kita. Bahkan para penulis dan penyair tampaknya tidak mampu menggambarkan jangkauan penuh dan pengalaman emosional manusia. Emosi sekaligus sulit di pahami namun merupakan aspek yang dengannya kita mengomunikasikan perasaan yang paling halus kepada orang-orang di sekitar kita. (herdi)

Kita tidak bisa ada tanpa mereka tetapi jarang berhenti untuk mempertimbangkan berapa banyak sebenarnya yang ada.

Studi tentang Emosi

Pada awal abad ke-4 SM, Aristoteles berusaha mengidentifikasi jumlah pasti emosi inti pada manusia. Di gambarkan sebagai Daftar Emosi Aristoteles, filsuf mengusulkan 14 ekspresi emosional yang berbeda. Ketakutan, kepercayaan diri, kemarahan, persahabatan, ketenangan, permusuhan, rasa malu, tidak tahu malu, kasihan, kebaikan, iri hati, kemarahan, persaingan, dan penghinaan.

Dalam publikasinya tahun 1872 The Expression of the Emotions in Man and Animals, Charles Darwin berteori bahwa emosi adalah bawaan, berevolusi, dan memiliki tujuan fungsional.

Meskipun Darwin tidak secara eksplisit mendefinisikan “emosi dasar” ini, di perkirakan dia membayangkan daftar emosi esensial yang lebih pendek. Termasuk ketakutan, kemarahan, kesedihan, kebahagiaan, dan cinta.

Pada abad ke-20, dengan munculnya psikoterapi, jumlahnya telah berkembang pesat. Menurut Robert Plutchick, profesor emeritus di Albert Einstein College of Medicine, lebih dari 90 definisi berbeda tentang “emosi” telah di kemukakan oleh para psikolog. Dengan tujuan untuk secara akurat menggambarkan apa yang membentuk dan membedakan emosi manusia.

Dalam beberapa tahun terakhir, psikolog telah mencoba untuk mengidentifikasi dan mengkategorikan emosi ini dengan cara yang di anggap empiris dan universal. Dalam sebuah studi tahun 2017, para peneliti mengidentifikasi 27 emosi unik.

Roda Emosi Plutchik

Salah satu teori yang paling menonjol dari abad ke-20 adalah roda emosi Robert Plutchik. Di dalamnya, Plutchik mengusulkan delapan emosi dasar ‚Äč‚Äčkegembiraan, kesedihan, kepercayaan, jijik, ketakutan, kemarahan, kejutan, dan antisipasi yang dia yakini tumpang tindih dan bercampur menjadi warna berikutnya seperti pada roda warna.

Plutchick lebih lanjut menjelaskan bahwa “warna” emosional primer dapat bergabung untuk membentuk “warna” emosional sekunder dan komplementer. Misalnya, antisipasi di tambah kegembiraan mungkin bergabung untuk membentuk optimisme. Sementara ketakutan dan kejutan mungkin bersama-sama menggambarkan kekaguman.

Sistem Pengkodean Tindakan Wajah Eckman

Untuk tujuan ini, psikolog Paul Ekman menciptakan apa yang di sebutnya sistem pengkodean tindakan wajah. Berdasarkan teorinya, Ekman mengusulkan bahwa ada tujuh ekspresi emosional yang universal bagi orang-orang di seluruh dunia: kebahagiaan, kesedihan, keterkejutan, ketakutan, kemarahan, jijik, dan penghinaan.

Sementara karya Ekman membantu menyoroti efek “alam atau pengasuhan” pada respons emosional. Banyak dari teorinya telah di kritik ketika tahun 2004, ia mengusulkan bahwa teknik yang sama dapat di gunakan sebagai alat pendeteksi kebohongan.

Empat Emosi yang Tidak Dapat Direduksi

Mengikuti pekerjaan Ekman, tim peneliti di Universitas Glasgow pada tahun 2014 bertujuan untuk mengidentifikasi emosi berdasarkan ekspresi wajah terlepas dari pengaruh sosial budaya.

Apa yang para peneliti temukan adalah bahwa emosi tertentu menimbulkan respons wajah yang sama. Ketakutan dan keterkejutan, misalnya, melibatkan otot-otot wajah yang sama dan, alih-alih mewakili dua emosi, bisa terlihat satu. Hal yang sama dapat di terapkan pada rasa jijik dan marah atau kegembiraan dan keterkejutan

Berdasarkan temuan mereka, para ilmuwan mengurangi jumlah emosi yang tidak dapat di reduksi menjadi hanya empat: kebahagiaan, kesedihan, kemarahan, dan ketakutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.