Alur Singkat My Name Episode 4

oleh -60 views
my name

Alur Singkat My Name Episode 4

Alur Singkat My Name Episode 4 – Mujin prihatin mengenai kerajaannya. Saat dia menyaksikan rekaman dari pembantaian, dia lalu menuntut agar bawahannya memastikan tidak ada yang berbicara. Jiwoo meskipun memimpin gugus tugas yang di tentukan, tetapi tidak ada yang berbicara dan juga departemen menemui jalan buntu. (Dheva)

Pil-Do mendorong Jiwoo terus mencari meskipun dia menerima panggilan darurat, membawa dia pergi. Bahkan, dia lalu bergabung dengan Cha untuk menemui Taeju dan yang lain yang sedang berduka terhadap kematiannya.

Mujin juga ada di sana tentu saja, dan juga dia tidak benar-benar menerima Cha yang menyerbunya seperti ini. Pasangan tersebut bertukar pukulan verbal, dengan Mujin yang bersumpah juga memastikan Cha tidak pernah menangkap dia atau menjatuhkannya. Ketika dia pergi, kembali menuju ke departemen, Jiwoo memutar-mutar ibu jarinya, menunggu akan laporan forensik kembali dari pistol.

Namun, geng tersebut berhasil mendapatkan petunjuk Gangjae, menyadari bahwa ialah yang bertanggung jawab. Cha lalu mengerti ini yang merupakan kesempatannya untuk menangkap hadiah yang jauh lebih besar, mengetahui Mujin akan segera bergerak dan membalas.

Untuk saat ini, dia lalu memutuskan melepaskan Mango. Lebih banyak nyawa akan hilang, yang dengan cepat di tunjukkan Jiwoo, namun operasinya akan tetap berjalan apapun yang terjadi. Jiwoo mengirim pesan dan juga memberi tahu Mujin ada jebakan yang menunggunya.

Namun, Cha merasa yakin bahwa seseorang dari organisasi Gujin akan berbalik dan juga memihak mereka. Mengingat telah ada tahi lalat di dalam organisasi, ini nampaknya tidak terlihat bagus. Jiwoo tetap waspada dan kemudian membuntuti Cha, bertekad mencari tahu siapa yang dia temui.

Namun, di atas atap, masih memakai helm motor, dia berjalan tepat menuju ke Pil-Do. Keduanya bentrok sebentar, namun ada cukup jeda dalam aksi untuk Jiwoo yang menyelinap pergi dan kemudian melihat pria di luar yang menunggu Cha sebenarnya yaitu Taeju.

Jiwoo dengan cepat memberikan informasi ini kembali ke bosnya, meskipun posisi Jiwoo di departemen Narkotika juga nampaknya terancam karena Cha yakin ialah yang membocorkan informasi. Cha tampaknya memainkan permainan yang cerdas, dan juga meminta Pil-Do memeriksa arsip polisi Jiwoo sementara itu Taeju tampaknya hanya umpan.

Cha lalu bertekad untuk mencari tahu apa permainan Jiwoo, walauapun dia tetap terpaku pada pistol sekarang, mencari tahu mengenai nomor seri. Pistol tersebut sebenarnya bukan milik Cha. Itu merupakan milik Kopral Song Joonsu, rekrutan baru narkoba yang telah terbunuh.

Ketika Jisoo menanyai Mujin mengenai hal ini, dia bersikeras mereka bukan pembunuh polisi dan yakini Cha hanya bermain kotor. Dia membawa hal ini bersamanya di kemudian hari, saat Pil-Do mengajak dia keluar untuk minum.

Dia menolak, namun itu tidak menghentikannya untuk membuntutinya. Pada akhirnya dia menyusul, memanggilnya menyelidiki Mango dan Gangjae sendiri. Dia bergabung bersama dengan Jiwoo untuk saat ini, pada akhirnya mempertanyakan tekad dan juga ikatannya dengan ayahnya.

Sementara pasangan tersebut menyaksikan Gangjae melakukan operasi, dia tiba-tiba berbalik dan kemudian menghadap pasangan itu di balkon. Mereka lalu menyadari ini semua adalah satu pengaturan besar, sebab Pil-Do dan Mujin di serang oleh sekelompok preman. Namun mereka berdua di tangkap, dengan ponsel mereka.

Pil-Do juga bahkan di lempar keluar jendela atas juga. Di saat yang sama, banyak penjaga bersenjata yang muncul dan membutakan Mujin, yang berhasil menahan dia sendiri. Ternyata Jiwoo masuk menuju ke operasi Mango sudah cukup untuk mendapatkan perhatian dari Gangjae dan dia telah memikatnya selama ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.