Alur Singkat Run On Episode 9

oleh -34 views
Run On
JTBC

Alur Singkat Run On Episode 9

Alur Singkat Run On Episode 9 – Mijoo bangun dan terengah-engah pada saat dia melihat bayangannya. Rambutnya berantakan dan dia bertekad tampil sebaik mungkin demi Seongyeom. Sementara itu Seongyeom sedang lari pagi. (Dheva)

Saat dia kembali ke hotel, dia mengambil mie dan duduk dengan Mijoo, memuji gadis tersebut. Seongyeom memanfaatkan kesempatan tersebut untuk membuat kesan baik, terutama usai apa yang dia kirimi pesan terhadapnya malam sebelumnya.

Mijoo akhirnya memperkenalkan Seongyeom kepada James yang menggodanya mengenai betapa panasnya pria baru di dalam hidupnya. Seongyeom tiba di lokasi shooting bersama dengan lainnya dan memahami bahwa dia harus menunggu sebelum mengemudi lagi.

Itu memberinya kesempatan yang sempurna untuk membuk diary-nya dan menulis. Seongyeom tidak yakin menulis apa, itulah yang dia ucapkan pada Mijoo saat dia datang untuk menanyakan apa yang dia lakukan.

Alih-alih menunda-nunda, Mijoo mendorongnya menggunakan aplikasinya dan menyaksikan film. Ada terlalu banyak pilihan untuknya, sehingga dia justru melanjutkan, kali ini membiarkan pikiran dan juga perasaannya keluar dengan benar.

Kembali menuju rumah, yeonghwa terus mengajari muridnya namun dia menggodanya, mengetahui dia jelas-jelas mencintai seseorang. Dia menolak menjelaskan siapa namun kita jelas sudah tahu siapa itu. Usai itu Yeonghwa kembali menuju studionya dan melanjutkan untuk melukis.

Yejun datang berbicara dengannya. Kembali menuju lokasi shooting, Yeongil muncul menyambut Seongyeom. Dia memberi tahu temannya berhati-hati mengendarai sepeda motornya danjuga mengenalkannya terhadap Mijoo Dia pun terkejut dengan fakta dia memiliki teman.

Reuni bersahabat ini hanya berlangsung sementara ketika Seongyeom dipanggil mmengemudi lagi. Dalam ketidakhadirannya, Yeongil dan Mijoo mendiskusikan Seongyeom dan juga bagaimana nama panggilannya yaitu Mr One Month.

Ternyata Seongyeom terkenal sering bosan terhadap gadis-gadis dan juga di masa lalu, telah memutuskan hubungan usai sebulan. Ini jelas membuat Mijoo berpkir namun dia segera terganggu masalah di set anatara James dan lainnya.

Namun kesenjangan bahasa membuat kabelnya bersilisih terhadap Produser Yeom, yang memberi tahu James bahwa tidak ada jaminan. Yeom yakin ini terkait uang, namun sebenarnya terkait durasi projek.

Miskomunikasi tersebut mengakibatkan berbagai macam masalah, terutama ketika James gagal muncul di set game. Seongyeom berkendara kesana dengan James di kursi belakang.

Sumpah serapah pun pecah anatara sinematografer dan Mijoo, terutama pada saat mantan meremehkan Korea dan rakyatnya. Produser Yeom pada akhirnya tiba memberi tahu Mijoo bahwa dia di pecat dan juga di berhentikan dari pekerjaan tersebut berkat ledakannya.

Yeom sombong mengenai hal tersebut pada saat dia pergi, sementara Mijoo menenggelamkan kesedihannya dalam soju, berkat Seongyeom. Dia memiliki banyak makanan untuk mereka bagi juga.

Esok harinya, Mijoo meminta maaf terhadap sinematografer dan menyelesaikan hari terakhirnya tanpa insiden. Dia mengucapkan selama tinggal pada Huijin dan pada akhirnya bertemu Seongyeom di tepi laut.

Seongyeom memberi Mijoo sepasang sepatu lari. Mijoo bermasalah, dan mengakui terhadap Seongyeom bahwa dia merasa tersisih dari beberapa moment penting di dalam hidupnya.

Ketika mereka akhirnya menjelaskan perasaan mereka secara terbuka, Mijoo menjelaskan kepadanya dia tidak ingin pergi dengannya sebab dia mungkin mengatakan sesuatu akan dia sesali. Seongyeom terbuka dan menjelaskan kepadanya bahwa dia berupaya menyukainya.

Sementara itu Mijoo pulang dengan bus, Seongyeom mengemudi. Sementara Seongyeom bersih-bersih dengan Woosik dan mengetahui kejadian terkini. Dia membahas mengenai tinggal dengan Mijoo dan gadis-gadis disekitarnya, sebelum mengalihkan perhatian menuju Woosik.

Seongyeom memberi tahu temannya fokus pada dirinya sendiri dan juga melakukan apa yang benar untuknya. Usai pertemuan bermusuhan dengan Director Seo, Dan-ah datang di galeri Yeonghwa menanyakan mengenai lukisannya.

Dia mengibaratkan Yeonghwa sebagai mesin penjual otomatis, yang tentunya membuat dia kesal. Mengepalkan tangannya, Yeonghwa memberi tahu Dan-ah bahwa sampai dai menyerahkan lukisan tersebut, lukisan itu miliknya bukan dia. Ini keganasan yang pasti membuat dia lengah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.