KKN GM IAIN Cirebon Menyelenggarakan Lokakarya di Kecamatan Kesambi

oleh -88 views

ZETIZEN RADAR CIREBON- Kamis (21/10/21) KKN GM IAIN Cirebon menyelenggarakan lokakarya yang bertempat di aula kantor Kecamatan Kesambi Kota Cirebon. Peserta lokakarya adalah perwakilan mahasiswa dari lima kelompok KKN GM di lima kelurahan yang berbeda, yaitu Kelurahan Drajat, Karya Mulya, Kesambi, Pekiringan dan Sunyaragi. Acara ini bertujuan untuk mencari solusi atas permasalahan yang terjadi di Kota Cirebon khususnya dalam ranah keagamaan. (IND)

Lokakarya KKN GM di Kecamatan Kesambi ini berada di bawah naungan LP2M IAIN Syekh Nurjati Cirebon. Sekretaris camat Kesambi, Dosen Pembimbing Lapangan dari lima kelompok KKN GM beserta perwakilan tokoh masyarakat dan agama dari masing-masing kelurahan turut menghadiri acara ini.

Selain sebagai ajang untuk memberi solusi terhadap permasalahan keagamaan di Cirebon, acara ini juga menjadi wadah bagi mahasiswa untuk berkarya dan melatih kepekaannya terhadap masyarakat khususnya di bidang syiar keagamaan. Seperti yang saudari Anisa (Koorcam) sampaikan dalam sambutannya “Mahasiswa itu tidak sekedar melakukan KKN untuk memperoleh nilai yang ia dapatkan. Tetapi mahasiswa lebih jauh untuk mendapatkan pemahaman dan bagaimana proses pengabdian dalam kemasyarakatan.”(21/10)

Bukan lokakarya namanya kalau tidak ada hasilnya. Setelah presentasi dari masing-masing kelurahan dapatlah sebuah kesimpulan yang menjadi solusi bagi permasalahan yang ada. Masalah yang dominan terkait dengan KKN GM di setiap kelurahan adalah minimnya kader guru ngaji. Selain itu, menurut Bapak Inanto, S.Pd selaku perwakilan tokoh masyarakat dari Kelurahan Karya Mulya 80% anak-anak kurang dukungan dari orang tua untuk mengaji (21/10).

Hasil Lokakarya Kecamatan Kesambi

Menanggapi hal ini, ketua LP2M IAIN Cirebon sekaligus ketua harian At-Taqwa centre Kota Cirebon Bapak Dr. H. Ahmad Yani, M. Ag menyampaikan beberapa rekomendasi agar masalah ini teratasi.

Baca Juga: KKN GM, Bantu Masyarakat Kota Cirebon Hidupkan Masjid

“Perjuangan dari internal Masjidnya dulu yaitu pemberdayaan ekonomi dewan kemakmuran masjid dan diadakannya gerakan kultural yaitu akan ada perekrutan calon guru mengaji di 22 kelurahan yang akan diadakan di ICC (Islamic Centre Cirebon), Masjid Raya At-Taqwa Cirebon.”(21/10)

Acara lokakarya Kecamatan Kesambi berakhir dengan membawa solusi yang cukup membantu mengatasi permasalahan yang ada yaitu akan berlakunya honor untuk para guru mengaji di Cirebon. Selain itu, akan ada perda (peraturan daerah) terkait kebijakan-kebijakan dalam ranah keagamaan.

Dalam upaya merekomendasikan calon guru ngaji pemkot kota cirebon diharapkan untuk memenuhi fasilitas dan dapat memberikan anggaran untuk guru ngaji di seluruh Kota Cirebon.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *