Senjata Paling Mematikan dalam Mitologi Hindu

oleh -87 views

ZETIZEN RADAR CIREBON – Seperti dalam mitologi lainnya, dalam mitologi Hindu, peperangan adalah hal yang biasanya tak terelakkan antara kubu jahat dan kubu baik. Campur tangan para Batara pun terlihat di kedua belah pihak, sehingga terkadang sulit untuk menentukan harus memilih yang mana. Dengan sembahyang secara khusyuk dalam waktu yang lama, para Batara memberikan berbagai anugerah kepada para tokoh agar tak terkalahkan. Salah satu yang juga diberikan adalah astra (अस्त्र). Senjata supranatural dengan daya hancur kelas dewa. (cva)

Inilah dia senjata paling mematikan dalam sejarah mitologi Hindu (part 1)

1. Vasavi Shakti (वासवी शक्ति)

Terkenal sebagai “Anak Panah Batara Indra”, Vasavi Shakti (वासवी शक्ति) adalah senjata yang memang pusaka dari Batara Indra (इन्द्र). Senjata ini hanya dapat digunakan sekali. Dan siapa pun yang menggunakan senjata ini pasti dapat membunuh sasarannya.

Dalam kisah Mahabharata (महाभारतम्), Vasavi Shakti adalah senjata milik Karna (कर्ण). Ia merupakan salah satu petinggi Kurawa (कौरव) yang juga anak dari Batara Surya (सूर्य) atau Putra dari Kunti. Sebenarnya Karna adalah seorang Pandawa (पांडव). Saat berperang di Kurukshetra, Karna bermaksud membunuh Arjuna (अर्जुन) dengan Vasavi Shakti.

Berkat kecerdikan Sri Krishna (कृष्ण), Karna terpaksa menggunakan Vasavi Shakti untuk membunuh Gatot Kaca (घटोत्कच), putra dari Bima (भीम). Tanpa Vasavi Shakti, Arjuna berhasil membunuh Karna di hari ke-17 perang tersebut.

2. Vajra

Alkisah, asura (असुर) bernama Vritra (वृत्र) sembahyang dan meminta agar ia tak bisa terbunuh oleh senjata berbahan kayu dan baja. Dengan anugerah tersebut, Vritra menghalau Batara Indra dari Kayangan. Meminta bantuan Batara Siwa (शिव) dan Brahma (ब्रह्मा), mereka bertiga menghampiri Batara Wisnu (विष्णु).

Batara Wisnu mengatakan kalau Batara Indra harus membuat senjata dari tulang Resi Dadhichi. Sang resi pun setuju, dan Batara Indra membuat vajra (वज्रा) dari tulang belakangnya. Vajra Indra dapat mengeluarkan petir, dan ia pun kembali untuk membunuh Vritra dan mengambil alih Kayangan.

Selain Batara Indra, Batara Guru pun konon juga memiliki vajra miliknya sendiri. Konon, vajra Batara Siwa memiliki kekuatan 100 kali lipat lebih dari vajra Batara Indra!

3. Teen Baan (तीन बाण)

Teen Baan (तीन बाण) adalah senjata dari Batara Siwa. Seperti namanya, Teen Baan adalah tiga anak panah yang dianugerahkan kepada Barbarika (बर्बरीक), putra Gatot Kaca, yang bertarung untuk Kurawa. Masing-masing panah memiliki tiga tujuan berbeda:

  • Panah pertama: menandai sasaran
  • Ke-2: menandai mereka yang tidak perlu dibunuh
  • Ke-3: membunuh sasaran

Sesudah melaksanakan tugasnya, panah-panah tersebut akan kembali ke tempat anak panah Barbarika. Konon, Sri Krishna sendiri menguji kemampuan Teen Baan agar dapat melindungi para Pandawa dari ketepatan Teen Baan.

4. Narayanastra (नारायणास्त्र)

Narayanastra (नारायणास्त्र) adalah senjata milik Batara Wisnu saat berada dalam bentuk Narayana (नारायण). Alat ini dapat menembakkan jutaan senjata seperti cakra, gada, dan anak panah yang tajam untuk membasmi semua musuhnya. Untuk lepas dari Narayanastra, musuh harus bertekuk lutut dan menyerah.

Aswatama (अश्वत्थामा) menggunakannya untuk membunuh Pandawa. Tahu akan senjatanya sendiri, Sri Krishna menyuruh para Pandawa dan pasukannya untuk meletakkan senjatanya sehingga tak kena serang.

Sebelum Aswatama, Sri Rama (राम) juga konon adalah pemiliki Narayanastra. Senjata ini hanya bisa digunakan sekali. Jika ada yang memakainya dua kali, Narayanastra malah akan berbalik dan menghabisi pasukan sang pengguna.

5.  Brahmastra (ब्रह्‍मास्‍त्र)

Sesuai namanya, Brahmastra (ब्रह्‍मास्‍त्र) adalah senjata yang dibuat oleh Batara Brahma. Tidak main-main, Brahmastra adalah salah satu senjata yang bisa menyebabkan kiamat. Brahmastra dapat memusnahkan apa pun yang ia sasar, dan tak akan ada kehidupan di area tersebut selama 12 tahun Brahma/3 triliun tahun manusia.

Brahmastra paling terkenal digunakan saat Ramayana (रामायणम्). Sri Rama menggunakan Brahmastra beberapa kali untuk menghabisi musuh hingga menghadapi Rahwana (रावण) untuk membebaskan Dewi Sita (सीता) di Kerajaan Alengka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *