3 Eksperimen Psikologi yang Bisa Membuatmu Terkejut

oleh -135 views
eksperimen psikologi

ZETIZEN RADAR CIREBON – Kenapa orang melakukannya dan terus melakukannya? Seniman, penulis, penyair, filsuf, ilmuwan, dan psikolog telah mengeksplorasi pertanyaan dasar ini selama ribuan tahun, tetapi begitu banyak tentang pikiran dan perilaku manusia tetap menjadi misteri. Itulah kenapa eksperimen psikologi di lakukan untuk melepas kita dari rasa penasaran ini. (herdi)

Namun banyak eksperimen psikologi telah mengungkapkan beberapa wawasan luar biasa ke dalam pikiran dan tindakan kita, mulai dari memahami sifat kejahatan hingga keputusan buruk yang kadang-kadang kita buat.

Tiga contoh eksperimen psikologi ini membalikkan apa yang kebanyakan orang dan ilmuwan pikirkan tentang cara orang berpikir dan bertindak. Penelitian dapat menjelaskan perilaku manusia. Membayar untuk terbuka terhadap bukti baru.

1. Anda Mungkin Tidak Menyadari Pilihan Anda Seperti yang Anda Pikirkan

Ketika Anda menuju ke tempat pemungutan suara untuk memberikan suara, Anda memberikan suara Anda berdasarkan pertimbangan yang cermat tentang masalah dan pertimbangan bagaimana pandangan kandidat mencerminkan keyakinan dan nilai Anda sendiri, bukan?

sebuah fenomena yang oleh para ahli di sebut sebagai kebutaan pilihan. Para peneliti telah menemukan bahwa kebutaan pilihan ini tidak hanya berlaku untuk rangsangan visual, tetapi juga meluas ke indera lain seperti rasa dan penciuman.

2. Berfantasi Tentang Kesuksesan Anda Sebenarnya Bisa Menyebabkan Kegagalan

Ambil buku self-help dan salah satu tip yang mungkin Anda temukan adalah memvisualisasikan kesuksesan Anda jika Anda ingin mencapai tujuan Anda.

Ternyata nasihat ini terkadang bisa kontraproduktif. Sebuah studi 2011 yang muncul di Journal of Experimental Social Psychology menemukan bahwa berfantasi tentang kesuksesan bukan hanya tidak efektif. Itu sebenarnya meningkatkan peluang untuk gagal.

Para peneliti menemukan bahwa terlibat dalam fantasi positif, atau membayangkan masa depan yang di inginkan. Menghasilkan lebih sedikit energi daripada fantasi negatif atau netral. Penulis penelitian menyarankan bahwa terlibat dalam fantasi positif ini sebenarnya mengurangi jumlah energi yang di miliki orang untuk mengejar tujuan yang di inginkan.

3. Orang-orang Bersedia Berkepanjangan Besar (Terkadang Mematikan) untuk Mematuhi Otoritas

Jika atasan Anda menyuruh Anda melakukan sesuatu yang Anda tahu itu salah, tidak bermoral, atau bahkan ilegal, apakah Anda akan melakukannya? Sementara kebanyakan orang akan menjawab pertanyaan seperti itu dengan tegas “Tidak,”. Salah satu eksperimen psikologi yang paling terkenal (dan jelas kontroversial) menyarankan sebaliknya.

Dalam serangkaian percobaan yang di lakukan selama tahun 1960-an, psikolog Stanley Milgram. Menemukan bahwa 65% peserta yang bersedia merugikan manusia lain hanya karena figur otoritas memerintahkan mereka untuk melakukannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.