5 Fakta Menarik dalam Kisah Drama Korea Start-Up

oleh -41 views
travel.tribunnews.com

ZETIZEN RADAR CIREBON- Meski kisah yang diceritakan adalah fiktif, nyatanya drama Start-up mampu menyedot banyak perhatian. Hal ini karena beberapa aspek dalam drama ini bisa menjadi pelajaran di kehidupan nyata. (IND)

Berikut beberapa fakta dalam kisah drama Korea Start-Up.

Sandbox.

Kisah berawal dari Seo Dal-mi, Nam Do-san, dan Wo In-jae dalam mengembangkan bisnis rintisan agar lolos masuk ke Sandbox. Ini adalah gambaran seperti Silicon Valley di Korea Selatan.

Digambarkan sebagai lokasi prestisius, tak heran calon pengusaha bahu membahu untuk mendapatkan mentoring, investor, dan kantor gratis guna mengembangkan usaha rintisan mereka.

Sandbox memang hanya rekaan. Tampilan dan lokasi adalah rekayasa, seperti halnya contoh ruangan kala Dal-mi hadir dalam seminar Sandbox di episode pertama yang dilakukan di Robot Land, Incheon.

Bagian luar Sandbox yang terlihat ketika para pemain melintasi jembatan, diambil di Pulau Nodeul, Seoul. Kru produksi mengubah sedikit bangunan dengan menambahkan logo Sandbox di bagian atasnya. Ada juga setting lokasi di Oil Tank Culture Park di Mapo-gu, Seoul, adegan yang menunjukkan bagian depan Sandbox.

Dukungan Pemerintah Korea.

Dalam salah satu adegan di episode awal Startup, Nam Do-san tampak melihat kliping berita berisi dukungan pemerintah Korea Selatan dalam pengembangan bisnis rintisan.

Kali ini, klipingan tersebut memang benar adanya. Sebab, pemerintah Korea Selatan menyuntikkan dana sebesar 1 triliun won atau Rp13 triliun untuk pengembangan startup.

Di sisi lain, pemerintah Korea Selatan juga menerapkan kebijakan fiskal yang mendukung, seperti pengurangan pajak pendapatan investasi dan pembebasan pajak, juga menyuburkan ekosistem startup.

Lomba Artificial Intelligence (AI).

Drama yang satu ini kerap mempertontonkan bagaimana menggambarkan persaingan di kalangan start up pemula. Di dunia nyata, lomba-lomba sejenis memang ada. Korea Selatan bahkan menyelenggarakan K-Startup 2020 yang membuka partisipasi besar-besaran para startup di bidang kecerdasan buatan, logistik, bioteknologi, robotika, dan lainnya.

Acara ini juga mendatangkan startup dari kawasan Asia seperti India, Sri Lanka, Israel, Jordania, Turki, Azerbaijan, Nepal, Pakistan, Uni Emirat Arab, Uzbekistan, dan Palestina.

Tren Startup di Korea Selatan.

Diceritakan dalam drama ini, bagaimana bisnis rintisan digandrungi oleh anak-anak muda di sana. Tak sedikit anak-anak muda yang berlomba untuk menjadi CEO.

Hal ini berdasarkan kisah nyata, bahkan Soeul diproyeksikan menjadi lokasi penting dari industri startup global. Riset Firma CB Insight menyebut bahwa Korea Selatan menjadi rumah bagi 11 startup unicorn atau startup dengan nilai lebih dari US$ 1 miliar.

Bunuh diri.

Salah satu episode menceritakan bagaimana kisah menyedihkan yang terjadi. Kim Yong-san (Kim Do-wan) yang merupakan salah satu pendiri Samsan Tech memiliki trauma kehilangan kakaknya yang juga pelaku startup.

Dikisahkan, kakak Yong-san tak sanggup menahan depresi usai gagal dalam sesi Demo Day kala menjadi bagian dari Sandbox. Kakak Yong-san ini pun memilih mengakhiri hidupnya yang kemudian menjadi dendam dalam diri Yong-san untuk menjadi pelaku startup.

Kasus ini menjadi gambaran tingginya angka bunuh diri anak-anak muda di Korea Selatan. Korea Herald menyebut bunuh diri adalah penyebab nomor satu anak muda korea harus kehilangan nyawa.

Artikel ini bersumber dari CNBC.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *