5 Mitos Tentang Antisocial Personality Disorder (ASPD)

oleh -114 views
ASPD

ZETIZEN RADAR CIREBON – Individu dengan gangguan kepribadian antisosial (ASPD), yang secara informal dikenal sebagai sosiopat, memiliki kebiasaan berperilaku tanpa mempertimbangkan hak orang lain. Meskipun orang mungkin menyebut penyendiri sebagai antisosial, diagnosis resminya harus berasal dari profesional perawatan kesehatan. (herdi)

Baca Juga : Mengenal Tentang Avoidant Personality Disorder (AVPD)

Orang dengan gangguan ini biasanya membutuhkan dorongan untuk mencari bantuan. Dengan demikian, penting untuk memahami mitos gangguan kepribadian antisosial. Fakta dan mitos populer tentang gangguan kepribadian antisosial di bahas di bawah ini.

1. ASPD Tidak Dapat Diobati.

Gangguan kepribadian, seperti ASPD, tidak dapat di sembuhkan, tetapi pengobatan dapat memperbaiki gejala. Pilihan pengobatan untuk gangguan kepribadian antisosial termasuk obat-obatan dan terapi. Obat yang paling sering di resepkan untuk gangguan kepribadian antisosial adalah obat penurun agresi, seperti fenitoin, dan obat penstabil suasana hati, seperti quetiapine.

2. Gangguan Kepribadian Antisosial dan Gangguan epribadian menghindar adalah sama.

Interaksi sosial sulit untuk gangguan kepribadian antisosial dan gangguan kepribadian menghindar. Seseorang dengan gangguan ini memiliki masalah dengan hubungan karena mereka bertindak tanpa mempertimbangkan perasaan dengan orang lain. Sebaliknya, seseorang dengan gangguan kepribadian avoidant menghindari keintiman dan hubungan karena takut akan di hakimi atau di tolak.

3. Gangguan Kepribadian Antisosial Adalah Alasan untuk Perilaku yang Buruk

Individu dengan gangguan kepribadian antisosial tahu perbedaan antara benar dan salah. Orang dengan ASPD memiliki hati nurani yang bekerja tetapi mungkin memilih untuk mengabaikannya. Dengan demikian, gangguan kepribadian ini bukanlah alasan untuk perilaku buruk.

Banyak individu dengan gangguan ini berakhir dengan masalah hukum. Tingkat perilaku kriminal di antara mereka dengan gangguan kepribadian antisosial tinggi. Namun, tidak semua penjahat memiliki ASPD.

4. Individu dengan ASPD Adalah Psikopat

Seseorang dengan gangguan kepribadian ini dapat di gambarkan sebagai sosiopat. Tapi pertama-tama, psikopat dan sosiopat bukanlah diagnosis psikiatri. Kata “psikopat” biasanya di gunakan untuk menyebut seseorang yang amoral dan antisosial. Sebaliknya, kata “sosiopat” di gunakan untuk menggambarkan seseorang dengan perilaku antisosial.

Psikopat kadang-kadang di gunakan untuk menggambarkan seseorang dengan sosiopat  parah. Perbedaan utama antara psikopat dan sosiopat adalah bahwa sosiopat dan orang dengan ASPD memiliki hati nurani yang bekerja.

5. ASPD Tidak Dapat Dicegah.

Gangguan kepribadian antisosial dapat di cegah pada beberapa individu. Para ilmuwan mempelajari anak-anak kecil dengan riwayat perilaku antisosial. Intervensi mengurangi kemungkinan bahwa anak-anak tersebut masih memiliki karakteristik antisosial selama masa remaja mereka.

Menariknya, intervensi untuk mencegahnya tidak melibatkan anak dengan perilaku antisosial. Dalam penelitian tersebut, orang tua menjadi solusi bagaimana mencegah gangguan kepribadian antisosial. Seperti bagaimana anak bermain, bagaimana anak di ajarkan, bagaimana anak diperhatikan, dan lainnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.