7 Tipe Defense Mechanism! Yang Mana Tipe Kamu?

oleh -105 views
defense mechanism
close up. business colleagues in protective masks sitting at the office Desk.

ZETIZEN RADAR CIREBON – Defense mechanism adalah perilaku yang di gunakan orang untuk memisahkan diri dari peristiwa, tindakan, atau pikiran yang tidak menyenangkan. Strategi psikologis ini dapat membantu orang menjauhkan diri dari ancaman atau perasaan yang tidak di inginkan, seperti rasa bersalah atau malu. (herdi)

Pertama kali diusulkan oleh Sigmund Freud, teori ini telah berkembang dari waktu ke waktu dan berpendapat bahwa perilaku, seperti mekanisme pertahanan, tidak berada di bawah kendali sadar seseorang. Faktanya, kebanyakan orang melakukannya tanpa menyadari strategi yang mereka gunakan. Dan berikut adalah 7 tipe defense mechanism yang paling sering di gunakan.

1. Represi

Pembuangan dorongan atau keinginan kea lam bawah sadar. Namun, bukan berarti kenangan itu hilang sama sekali. Mereka dapat mempengaruhi perilaku, dan mereka dapat mempengaruhi hubungan di masa depan. Kamu mungkin tidak menyadari dampak dari defense mechanism ini.

2. Penyangkalan

Penolakan untuk menerima kenyataan dan keinginan yang mengancam atau perilaku yang tidak aman. Defense mechanism ini adalah salah satu yang paling di kenal juga. Ungkapan, “Mereka dalam penyangkalan” umumnya di pahami berarti seseorang menghindari kenyataan meskipun apa yang mungkin jelas bagi orang-orang di sekitar mereka.

3. Rasionalisasi

Pembenaran perilaku yang tidak dapat di terima sebagai bentuk penerimaan diri. Beberapa orang mungkin mencoba menjelaskan perilaku yang tidak di inginkan dengan serangkaian “fakta” mereka sendiri. Ini memungkinkan Kamu untuk merasa nyaman dengan pilihan yang Kamu buat, bahkan jika Kamu tahu di tingkat lain itu tidak benar.

4. Pengalihan

Mengarahkan keinginan dari objek yang mengancam. Ini memungkinkan Kamu untuk memuaskan dorongan untuk bereaksi, tetapi Kamu tidak mengambil risiko konsekuensi yang signifikan.

Sebagai contoh, saat Kamu mengalami hari yang buruk dan tidak bisa mengeluarkan emosinya dengan benar, maka Kamu akan mencoba mengeluarkan emosinya kepada adik jika mempunyainya atau teman yang lebih muda.

5. Proyeksi

Mengarahkan keinginan kepada orang lain. Seseorang yang sulit mengontrol emosinya, menganggap orang lain yang sulit mengontrol emosi.

Misalnya, Kamu mungkin tidak menyukai rekan baru, tetapi alih-alih menerimanya, Kamu memilih untuk mengatakan pada diri sendiri bahwa mereka tidak menyukai Kamu. Kamu melihat dalam tindakan mereka hal-hal yang ingin Kamu lakukan atau katakan.

6. Reaksi Formal

Pengambilan sikap yang berlawanan dengan hal yang di inginkan atau di percaya. Orang yang menggunakan defense mechanism ini mengenali apa yang mereka rasakan, tetapi mereka memilih untuk berperilaku berlawanan dengan naluri mereka.

Seseorang yang bereaksi dengan cara ini, misalnya, mungkin merasa bahwa mereka seharusnya tidak mengekspresikan emosi negatif, seperti kemarahan atau frustrasi. Mereka memilih untuk bereaksi dengan cara yang terlalu positif.

7. Regresi

Proses di mana perilaku tertentu muncul kembali, biasanya terjadi dalam keadaan stress. Jenis defense mechanism ini mungkin paling jelas terlihat pada anak kecil. Jika mereka mengalami trauma atau kehilangan, mereka mungkin tiba-tiba bertindak seolah-olah mereka lebih muda lagi. Mereka bahkan mungkin mulai mengompol atau mengisap ibu jari mereka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.