Cinderella Syndrome! Ketergantungan Wanita Ke Lelaki

oleh -42 views
cinderella

ZETIZEN RADAR CIREBON – Mengutip dari laman Healthgrades. Cinderella syndrome, semuanya mengacu pada kondisi psikologis di mana seorang wanita takut akan kebebasan sejati dan diam-diam mengharapkan “ksatria berbaju zirah” untuk datang dan merawatnya.

Apa itu Cinderella Syndrome?

Dalam buku Collete Dowling, The Cinderella Complex: Women’s Hidden Fear of Independence, di terbitkan pada tahun 1981, Dowling berteori bahwa perempuan secara tradisional di kondisikan sejak lahir untuk bergantung pada orang lain terutama laki-laki untuk keselamatan dan keamanan emosional dan fisik mereka.

Ia menjelaskan bahwa perempuan pada umumnya semenjak lahir tidak di didik untuk menghadapi ketakutannya, dan tidak diajarkan mengatasi segala sesuatu sendiri.

Meskipun Cinderella Syndrome belum secara resmi di akui sebagai kondisi psikologis, tetap saja, hal ini merupakan sebuah konsep menarik yang perlu di ingat dan bisa menjadi penjelasan atas kondisi psikologis beberapa wanita. Namun hal ini sangat erat hubungannya dengan gangguan kepribadian dependant.

Wanita dengan Cinderella sydnrome mungkin juga merasa paling nyaman tinggal di “surga yang aman” dari ibu rumah tangga sementara seorang pria merawat mereka.

Tanda kamu Memiliki Cinderella Syndrome

Bahkan wanita yang tampaknya mandiri mungkin mengalami Cinderella syndrome. Meskipun tidak ada daftar lengkap gejala sindrom Cinderella yang telah di susun, seorang wanita dengan kompleks ini dapat:

  • Patuhi pilihan dan keputusan pasangannya
  • Merasa cemas hidup sendiri
  • Sulit atau tidak mungkin untuk membuat keputusan besar dalam hidup sendiri
  • Mengalami kesulitan menghidupi dirinya sendiri atau dalam memegang pekerjaan
  • Lebih menyukai peran tradisional sebagai ibu rumah tangga dan ibu
  • Lebih suka selalu berpasangan secara romantis dengan seseorang biasanya seseorang yang dapat di gambarkan sebagai “kuat”

Beberapa wanita dengan sindrom Cinderella mungkin merasa di aniaya atau di abaikan oleh orang tua mereka, semakin memperkuat perbandingan dengan karakter dongeng. Para wanita ini mungkin merindukan seorang penyelamat seorang Pangeran Tampan untuk datang dan merawat mereka.

Penyebab

Selain adanya stigma masyarakat dan budaya patriarki yang kuat dalam kehidupan sosial, penyebab sindrom ini muncul juga karena adanya pola asuh yang salah sejak kecil. Pola asuh yang amat protektif terhadap anak perempuan membuat perempuan sulit tumbuh mandiri sampai pada usia dewasa sekalipun.

Karena itu membentuk kepribadiannya dan ketika sudah dewasa mudah mengalami Cinderella Syndrom. Hasilnya, anak tidak dapat mengembangkan kemandiriannya dan selalu merasa lemah serta berharap mendapatkan pria yang dapat melindungi seutuhnya.

Bisakah wanita terlepas dari Cinderella Syndrome?

Tidak setiap wanita yang menunjukkan tkamu-tkamu yang tercantum di sini memiliki sindrom Cinderella. Banyak wanita dalam peran tradisional menikmati kemitraan yang sehat dengan pasangan mereka, di mana setiap orang saling bergantung satu sama lain.

Hal pertama dan paling penting adalah mengenali sejauh mana ketakutan menguasai hidup Kamu. Tulis sebuah jurnal pengamatan diri, catat segala mimpi dan khayalan Kamu serta realitas yang sedang Kamu hadapi. Bergabung dengan komunitas perempuan, atau rajin-rajinlah berkumpul dengan teman dekat Kamu untuk saling sharing dan jujur membuka diri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.