Doorway Effect! Kenapa Kita Tiba-Tiba Lupa Sesuatu?

oleh -37 views
doorway effcet

ZETIZEN RADAR CIREBON – Psikolog percaya bahwa berjalan melalui pintu dan memasuki ruangan lain menciptakan “penyumbatan mental” di otak, yang berarti bahwa berjalan melalui pintu yang terbuka mengatur ulang memori untuk memberi ruang bagi episode baru untuk muncul. Hal ini umumnya disebut sebagai doorway effect. (herdi)

Pasti Kamu pernah saat sedang menonton televisi dan tiba-tiba merasa haus, tapi setelah melewati ruang televise Kamu lupa dengan tujuanmu. Dan Kamu berpikir “kenapa Aku Kesini ya?” akhirnya Kamu menyerah mengingat kembali dan kembali menonton televise. Namun saat memasuki ruang televise kembali teringat kalau Kamu haus.

Apa itu Doorway Effect?

Sering terjadi bahwa kita memasuki sebuah ruangan dan sama sekali tidak tahu apa yang kita lakukan di sana. Psikolog dengan tepat menyebut fenomena ini sebagai doorway effect.

Ingatan manusia bersifat episodik, berlawanan dengan narasi linier yang jelas, yang berarti mereka tersegmentasi dan sangat bergantung pada orang yang membuatnya. Misalnya, cara seseorang mengingat kejadian tertentu kemungkinan besar akan berbeda dari cara orang lain mengingat kejadian yang sama persis.

Penelitian Tentang Doorway Effect

Dalam studi pertama, mereka mengamati bahwa “kinerja memori lebih buruk ketika berjalan melalui pintu yang terbuka daripada ketika berjalan dengan jarak yang sama di dalam ruangan yang sama, yaitu ketika tidak berjalan melalui pintu.

Dalam studi berikutnya, para peneliti menguji doorway effect berdasarkan ruangan nyata di mana para peserta bepergian di lingkungan nyata. Menariknya, pengamatan yang sama di catat, karena sulit bagi orang untuk mengingat objek sebelumnya saat mereka berjalan melewati pintu.

Kenapa Bisa Seperti Itu?

Sejauh ini, tidak ada penjelasan konkret di balik fenomena ini, tetapi psikolog percaya bahwa melewati pintu dan memasuki ruangan yang berbeda menciptakan blok mental di otak. Hipotesis ini di dukung oleh penelitian tentang ingatan, yang menunjukkan bahwa orang yang melewati pintu mengalami ‘pembagian’ dalam ingatan mereka.

Selain itu, berjalan melalui pintu yang terbuka di anggap mengatur ulang memori untuk memberi ruang bagi munculnya episode baru. Dalam istilahnya, pengalaman singkat melewati pintu dari satu ruangan ke ruangan lain di sebut efek pembaruan lokasi.

Kabar baiknya adalah bahwa mengalami episode yang terlupakan setelah memasuki ruangan lain tidak memberi tahu Anda apa pun tentang ingatan, kecerdasan, atau kemampuan kognitif Anda. Jadi, ketika Anda memasuki sebuah ruangan dan tiba-tiba lupa mengapa Anda berada di sana, Anda tidak boleh berpikir bahwa penyakit Alzheimer sedang menyerang Anda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.