Facial Feedback Effect! Tersenyumlah untuk Bahagia

oleh -69 views
facial feedback

ZETIZEN RADAR CIREBON – Kamu pasti pernah mendengar atau bahkan membuktikan bahwa tersenyum bisa membuat kamu bahagia. Fenomena itu di sebut facial feedback effect. Kecenderungan ekspresi wajah untuk memicu perasaan yang sesuai seperti ketakutan, kemarahan, atau kebahagiaan. (herdi)

Facial feedback effect menyatakan bahwa bukan saja perasaan mempengaruhi ekspresi wajah, tapi ekspresi wajah juga dapat memperngaruhi perasaan.

Asal Usul Facial Feedback Effect

Asal usul hipotesis ini dapat ditelusuri kembali ke tahun 1870-an ketika Charles Darwin melakukan salah satu studi pertama tentang bagaimana kita mengenali emosi di wajah. Darwin menyarankan bahwa ekspresi wajah emosi adalah bawaan dan universal di seluruh budaya dan masyarakat.

Penelitian Strack Martin, dan Stepper (1988), menemukan bahwa kita akan lebih merasakan emosi positif jika membuat ekspresi seperti tersenyum. Di sisi lain, menggerakan otot wajah seperti cemberut akan mengurangi perasaan positif.

Karakteristik

Ekspresi wajah juga dapat menunjukkan berbagai tingkat emosi. Ketika kita sedikit marah, kita hanya menampilkan kerutan ringan dan alis agak berkerut. Jika kita marah, ekspresi kita menjadi lebih khas. Selain itu, kita dapat menunjukkan kombinasi emosi yang berbeda melalui variasi halus dari gerakan wajah kita.

Hipotesis Facial Feedback memiliki efek terkuat dalam hal modulasi, yaitu, mengintensifkan perasaan kita yang ada daripada memulai emosi yang sama sekali baru.

Modulasi juga berarti bahwa jika kita menghindari menunjukkan emosi kita menggunakan otot-otot wajah kita, sebagai akibatnya, kita akan mengalami respons emosional yang lebih lemah. Kami tidak akan merasakan emosi sekuat yang kami rasakan.

Pengaplikasian Facial feedback Effect

Fenomena facial feedback effect memiliki beberapa kemungkinan penerapan. Kita cukup menggunakan hipotesis facial feedback effect untuk membuat kita merasa lebih baik dalam situasi yang lebih suka kita hindari. Dan berikut adalah manfaatnya di Kehidupan Sehari-hari.

  • Saat merasa sedih atau marah, atur emosi dengan mencoba tersenyum untuk membuat perasaan lebih positif, namun bukan berarti menolak emosi sedih atau marah.
  • Ketika merasa gugup di hadapan banyak orang, tersenyumlah agar lebih percaya diri dan tenang.
  • Saat sedang berhadapan dengan teman yang curhat, contoh ekspresi wajahnya bisa lebih berempati terhadap perasaannya.

Namun perlu di ingat untuk kita agar tidak terlalu memaksakan untuk tersenyum. Contohnya saat kamu berada di situasi yang sangat membosankan dan kamu memaksakan diri untuk tersenyum agar tidak teman merasa buruk. Bukannya berdampak baik, malahan akan membuatmu menjadi depresi dan menumpuk emosi negatif di diri sendiri.

Tidak semua situasi bisa di hadapi dengan senyuman. Kadang menangis atau marah adalah jalan  keluar terbaik  yang bisa di lakukan, namun setelahnya kita pasti bisa kembali tersenyum dan merasa bahagia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.