Halo Effect! Menilai Orang dari Kesan Pertamanya

oleh -34 views
halo effect

ZETIZEN RADAR CIREBON – Halo effect adalah jenis bias kognitif di mana kesan keseluruhan kita tentang seseorang memengaruhi perasaan dan pemikiran kita tentang karakter mereka. Pada dasarnya, kesan keseluruhan Anda tentang seseorang (“Dia baik!”) memengaruhi penilaian Anda tentang sifat spesifik orang itu (“Dia juga pintar!”). (herdi)

Hal ini juga disebut sebagai “stereotipe daya tarik fisik” dan prinsip “apa yang indah itu juga baik”. Penampilan fisik sering menjadi bagian utama dari halo effect. Orang-orang yang dianggap menarik cenderung dinilai lebih tinggi pada sifat-sifat positif lainnya juga.

Namun, efek ini tidak hanya memengaruhi persepsi kita tentang orang berdasarkan daya tarik mereka. Itu juga dapat mencakup sifat-sifat lain juga. Orang yang ramah atau baik hati.

Awal Mula Halo Effect

Istilah halo effect mulanya di ciptakan oleh seorang psikolog bernama Edward L. Thorndike pada tahun 1920 yang menemukan bahwa peringkat tinggi pada karakteristik lainnya, sementara peringkat rendah pada kualitas tertentu juga menyebabkan peringkat rendah karakteristik lainnya.

Apa yang Menyebabkannya

Ada dua (2) hal yang dapat menyebabkan terjadinya Halo Effect, berikut adalah :

  • Kecenderungan individu yang merasa dirinya benar. Jjka individu memiliki awal yang positif, ia berusaha mencari bukti bahwa penampilannya akurat.
  • Daya tarik individu. Ketika kita menilai seseorang adalah tampan, kita cenderung percaya bahwa ia mempunyai kepribadian yang lebih baik dan lebih cerdas.

Dampak Halo Effect

Hal ini mungkin berdampak pada sejumlah pengaturan dunia nyata.

Dalam pendidikan

Efek halo dapat memengaruhi cara guru memperlakukan siswa, tetapi juga dapat memengaruhi cara siswa memandang guru. Dalam sebuah penelitian, para peneliti menemukan bahwa ketika seorang instruktur dipandang hangat dan ramah, siswa juga menilai mereka lebih menarik, menarik, dan menyenangkan.

Di tempat kerja

Pelamar kerja juga cenderung merasakan dampak darinya. Jika calon pemberi kerja memandang pelamar sebagai orang yang menarik atau menyenangkan, mereka juga cenderung menilai individu tersebut sebagai orang yang cerdas, kompeten, dan berkualitas.

Dalam Pemasaran

Pemasar memanfaatkannya untuk menjual produk dan jasa. Ketika seorang juru bicara selebriti mendukung item tertentu, evaluasi positif kita terhadap individu tersebut dapat menyebar ke persepsi kita tentang produk itu sendiri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.