Karakter Anime “Johan Liebert”, motivasinya dari segi Filsafat

oleh -2.493 views

Sumber: http://annasaja.blogspot.com/2019/03/mengenai-anime-monster-2004.html?m=1

ZETIZEN RADAR CIREBON – Jika kalian penyuka anime, salah satu anime ini berjudul “Monster” yang bertema Horror Pschology karya Naoki Urasawa. (kjilou)

Karakter Anime

Johan Liebert adalah “monster” atau antagonis utama dalam serial manga dan anime Monster. Dia adalah seorang pembunuh berantai yang kejam dan psikopat yang hidupnya diselamatkan oleh Dr. Tenma.

Kejahatannya adalah membunuh tanpa emosi apapun dan mampu menghilangkan kehadirannya seolah tidak pernah ada di dunia ini.

Cerita singkat

Sumber: https://pin.it/3jAqfkw

Anime ini sendiri bercerita tentang seorang dokter bedah otak yang jenius Dr. Kenzo Tenma. Awal mula konflik saat Dr. Kenzo Tenma, lebih mementingkan Johan daripada pejabat kota. Namun, pejabat kota itu tidak terselamatkan dan dalam keadaan mengenaskan lain halnya dengan Johan yang terselamatkan olehnya dan setelah kejadian itu Dr. Tenma keluar dari posisinya sebagai dokter Kepala (Ketua) Bedah oleh Direktur Rumah Sakit.

Setelah, Dr. Tenma mengetahui bahwa anak yang dia selamatkan dulu (Johan Liebert) merupakan seorang psikopat yang menjadi dalang banyak kasus pembunuhan. Termasuk pembunuhan Direktur Rumah Sakit atasan Dr. Tenma dan beberapa orang petinggi di rumah sakit. Dr. tenma berambisi untuk memperbaiki kesalahannya dengan mengambil nyawa Johan Liebert. Cerita berlanjut dengan pengejaran Dr. Tenma terhadap Johan Liebert melalui penyelidikan masa lalu Johan.

Hubungan Karakter Anime ini dengan Filsafat

Sumber: pinterest

Apa hubungannya dengan Filsafat? Saat Johan berkata dalam satu adegan di animenya:

“satu-satunya hal yang sama dari manusia adalah fase kematian itu sendiri.”

Hal ini ada dalam pemahaman Nihilisme.

Arti Nihilisme

Apa itu Nihilisme? Sebuah pemahaman bahwa semua nilai dan keberadaan manusia tidak ada arti. Keyakinan ini ada kaitannya dengan Friedrich Nietzsche. Pemikiran ini mempunyai kelebihan dan kekurangan.

Kelebihannya, istilah ini bisa untuk menunjukkan doktrin bahwa norma atau standar moral tidak dapat dibenarkan oleh argumen rasional.

Kekurangannya, banyak yang mengartikannya untuk menunjukkan suasana putus asa atas kehampaan atau kesederhanaan keberadaan manusia.

  1. Dilema Penciptaan
  2. Rahasia Kematian
  3. Keraguan
  4. Ketiadaan Cita-Cita dan Ideologi
  5. Perubahan Nilai
  6. Materialisme
  7. Lingkungan sosial
  8. Pendidikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *