,

Bagaimana Vaksin Bekerja

oleh -90 views
Background vector created by freepik – www.freepik.com

ZETIZEN RADAR CIREBON – Vaksin merupakan salah satu penemuan penting yang merubah hidup manusia. Dengan di ciptakannya vaksin, kematian jutaan orang dapat di cegah. Nah, apakah kalian pernah berpikir bagaimana hal ini dapat menyelamatkan nyawa manusia? Yuk kita simak penjelasan di bawah!

Sistem Kekebalan Tubuh

Cara kerja vaksin tidak terlepas dari cara kekebalan tubuh kita bekerja. Sistem kekebalan tubuh berfungsi untuk membasmi bakteri, virus, parasit, dan jamur yang merugikan tubuh. Makhluk asing tersebut kita sebut dengan nama patogen. Setiap patogen memiliki sebuah identitas khusus yang di namakan antigen.

Ketika suatu patogen masuk ke dalam tubuh, sistem kekebalan akan mendeteksi antigen dari patogen tersebut dan mengeluarkan antibodi untuk membasmi patogen. Antigen dan antibodi dapat diibaratkan sebagai gembok dan kunci. Satu antibodi hanya bekerja pada satu antigen pasangannya sehingga ketika terdapat antigen yang baru, tubuh harus meriset dan memproduksi antibodi yang baru. Lamanya riset dan produksi antibodi bergantung pada sistem kekebalan kita. Jika kekebalan tubuh kita bagus, maka prosesnya singkat dan hanya memakan waktu beberapa hari. Namun, jika kekebalan tubuh kita kurang bagus, prosesnya akan memakan waktu lebih lama. Di saat antibodi di buat, tubuh dapat menerima gejala penyakit yang bervariasi, mulai dari ringan, sedang, hingga berat. Jadi kita harus siap bertahan melawan gejala penyakit—entah seberapa lama dan seberapa buruk gejalanya—hingga antibodi rampung di buat.

Baca juga : Philophobia! Ketakutan Untuk Jatuh Cinta

Cara Kerja Vaksin

Vaksin di buat dari tubuh patogen yang lemah, mati, atau tidak dapat bereproduksi sehingga tidak beresiko untuk tubuh. Di dalam nya terdapat antigen yang akan di deteksi oleh sistem kekebalan. Lalu tubuh akan meriset dan memproduksi antibodi. Kembali lagi, lamanya proses riset dan produksi bergantung pada sistem kekebalan kita. Bedanya dengan infeksi biasa, patogen dalam vaksin ini tidak melakukan apa-apa karena patogen ini telah lemah, mati, atau “di mandulkan” sehingga gejala yang timbul lebih ringan.

Setelah di vaksin, tubuh memiliki antibodi patogen tersebut sehingga apabila patogen asli masuk ke tubuh, tubuh langsung memproduksi antibodi sehingga penanganan patogen jadi lebih cepat. Bisa di bilang proses ini ialah simulasi. Ketika kita sudah melakukan simulasi, kita akan tahu apa yang harus di lakukan pada situasi yang sebenarnya. Begitu juga dengan tubuh kita. Ketika kita sudah di vaksin, tubuh kita akan tahu apa yang harus di lakukan ketika patogen asli menyerang. Selain itu, tubuh juga sudah memiliki senjata (antibodi) sehingga patogen bisa lebih cepat di musnahkan.

Herd Immunity

Tidak semua orang dapat di divaksin. Beberapa orang tak dapat karena sistem kekebalan tubuhnya yang lemah atau memiliki riwayat penyakit tertentu yang dapat menimbulkan komplikasi jika divaksin. Orang-orang tersebut tetap dapat di lindungi jika orang yang tidak divaksin tersebut hidup di antara masyarakat yang telah di vaksin. Ketika suatu masyarakat sudah di vaksin, patogen akan kesulitan dalam penularannya karena sebagian besar orang sudah memiliki kekebalan terhadap patogen tersebut. Sehingga semakin banyak orang yang divaksin, semakin sedikit kemungkinan orang yang tidak di vaksin tertular patogen tersebut. Inilah yang di namakan herd immunity.

Herd Immunity dapat di raih dengan minimal 70 persen penduduk memiliki kekebalan terhadap suatu patogen, entah dari kekebalan alami (orang yang pernah tertular patogen dan sembuh) maupun dari bantuan vaksin. Ketika pandemi, herd immunity ini sangat penting untuk memutus rantai penularan. Vaksin tidak menjamin 100 persen perlindungan dan herd immunity juga tidak memberi perlindungan penuh. Namun, dengan herd immunity, sebuah masyarakat memiliki perlindungan mendasar dari suatu patogen dan masyarakat dapat menjalani kehidupan seperti sedia kala.

Kesimpulannya yaitu vaksin memberikan perlindungan awal terhadap suatu patogen sehingga ketika tubuh menghadapi patogen tersebut, gejala yang timbul lebih ringan dan waktu pemulihan lebih singkat. Selain itu, vaksin tidak hanya melindungi satu orang saja, melainkan suatu masyarakat juga mendapatkan perlindungan meskipun tidak semua orang di vaksin.

Oleh karena itu, mari kita giatkan vaksin sehingga kita dapat meraih herd immunity secepat mungkin dan dapat kembali menjalani rutinitas seperti sedia kala.

SC : Facebook

One thought on “Bagaimana Vaksin Bekerja

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.