Psywar! Mengenal Tentang Psychological Warfare

oleh -317 views
psywar

ZETIZEN RADAR CIREBON – Psychological warfare atau psywar adalah penggunaan taktis propaganda, ancaman, dan teknik non-tempur lainnya selama perang, ancaman perang, atau periode kerusuhan geopolitik untuk menyesatkan, mengintimidasi, menurunkan moral, atau memengaruhi pemikiran atau perilaku musuh. (herdi)

Sementara semua negara menggunakannya, Badan Intelijen Pusat AS (CIA) mencantumkan tujuan taktis psychological warfare (PSYWAR) atau psychological operation (PSYOP) sebagai:

  • Membantu mengatasi keinginan musuh untuk bertarung
  • Mempertahankan moral dan memenangkan aliansi kelompok-kelompok sahabat di negara-negara yang diduduki oleh musuh

Perang Pikiran

Sebagai upaya tidak mematikan untuk menangkap “hati dan pikiran”, psychological warfare biasanya menggunakan propaganda untuk mempengaruhi nilai, keyakinan, emosi, alasan, motif, atau perilaku targetnya. Sasaran kampanye propaganda tersebut dapat mencakup pemerintah, organisasi politik, kelompok advokasi, personel militer, dan individu sipil.

Psywar pertama kali di gunakan dalam dunia perang. Namun, seiring berubahnya waktu psywar sering kali di gunakan dalam dunia olahraga. Ada beberapa cara dalam menggunakan psywar dalam dunia olahraga, seperti berikut.

  • Face to face verbal communication. Cara ini biasanya di pakai untuk mengintimidasi lawan dengan cara berteriak langsung kea rah lawan.
  • Social Media. Yaitu dengan memberikan komentar-komentar negatif di setiap unggahan pemain. Biasanya, hal ini di lakukan oleh para penggemar.
  • Media Mainstream. Seperti Koran, majalah, dan sejenisnya dapat memiliki peran sebaga medium untuk terciptanya psywar dengan memberikan reportase yang tidak berimbang.

Tiga Nuansa Propaganda

Dalam bukunya tahun 1949, Psychological Warfare Against Nazi Germany, mantan agen OSS (sekarang CIA) Daniel Lerner merinci kampanye Skyewar Perang Dunia II militer AS. Lerner memisahkan propaganda psywar menjadi tiga kategori:

  • Propaganda putih: Informasinya benar dan hanya sedikit bias. Sumber informasi di kutip.
  • Propaganda abu-abu: Informasinya sebagian besar benar dan tidak mengandung informasi yang dapat di sangkal. Namun, tidak ada sumber yang di kutip.
  • Propaganda hitam: Secara harfiah “berita palsu”, informasi itu salah atau menipu dan di kaitkan dengan sumber yang tidak bertanggung jawab atas pembuatannya.

Sementara kampanye propaganda abu-abu dan hitam seringkali memiliki dampak paling cepat, mereka juga membawa risiko terbesar. Cepat atau lambat, populasi sasaran mengidentifikasi informasi tersebut sebagai palsu, sehingga mendiskreditkan sumbernya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.