Savior Complex! Perilaku Menolong Orang yang Negatif

oleh -70 views
savior complex

ZETIZEN RADAR CIREBON – Dapat di mengerti jika ingin membantu orang yang di cintai dalam keadaan terikat. Tetapi bagaimana jika mereka tidak menginginkan bantuan? Percaya bahwa Anda tahu persis bagaimana menangani masalah mereka, terlepas dari keinginan mereka untuk menyelesaikannya sendiri? Itu Namanya Anda Savior complex. (herdi)

Savior complex, atau sindrom ksatria putih, menggambarkan kebutuhan ini untuk “menyelamatkan” orang dengan memperbaiki masalah mereka. Bahkan sampai mengorbankan urusannya sendiri, padahal belum tentu orang tersebut benar-benar perlu pertolongan kita atau bahkan tidak membutuhkan pertolongan.

Ciri ciri Savior Complex

Kalau kamu seperti yang di tulis berikut, berarti kamu merupakan orang yang savior complex.

  • Menghabiskan waktu untuk memperbaiki keadaan orang lain, sampai mengesampingkan urusan diri sendiri. Mereka rela dan kesusahan bahkan sampai berkorban waktu dan uang demi orang lain, walaupun hal itu tidak di butuhkan oleh orang yang ia tolong.
  • Orang dengan savior complex sangat yakin bahwa mereka mampu mengubah orang lain. Mereka akan berusaha mengubah perilaku, kebiasaan, lingkungan, bahkan karir seseorangmenjadi sesuai dengan yang ia yakini untuk orang tersebut.
  • Ketika seseorang mengalami masalah, orang dengan savior complex akan berusaha mencarikan solusi dan mendorong orang tersebut agar mengikuti solusi yang ia berikan, walaupun tidak di minta.
  • Orang dengan perilaku ini cenderung mendekati orang-orang yang sedang bersalah, dan akan langsung buru-buru menolong. Mereka menyakini bahwa dirinya lah yang akan mampu menyelesaikan masalah tersebut.
  • Anda membantu untuk alasan yang salah. Dengan kecenderungan penyelamat, Anda tidak hanya membantu ketika Anda memiliki waktu dan sumber daya. Sebaliknya, Anda membungkuk ke belakang karena itu hal yang benar untuk dilakukan. Anda mencoba menyelamatkan orang lain karena  merasa harus, terlepas dari kebutuhan Anda sendiri. Anda mungkin juga percaya bahwa kebutuhan Anda tidak terlalu penting.

Akibatnya

Frustasi

Ketika seseorang dengan savior complex berkali-kali gagal membantu orang, mereka akan mengalami frustasi, perasaan bersalah, dan marah pada diri sendiri. mereka juga dapat memiliki rasa benci yang menolak pertolongannya.

Memperburuk hubungan

Perilaku ini juga dapat memperburuk hubungan dengan orang yang ingin di tolong. Ketika kita selalu ingin terlibat dalam menyelesaikan masalah orang lain, walaupunnorang tersebut tidak memerlukannya, hal itu justru akan membuat mereka merasa rishi dann tidak nyaman.

Perasaan gagal

Dengan pola pikir penyelamat, Anda yakin dapat memperbaiki masalah orang lain. Secara realistis, Anda tidak bisa tidak ada yang memiliki kekuatan.

Prakonsepsi ini membuat Anda terus mengejar pengalaman yang tidak ada tetapi memberi Anda peluang kekecewaan yang konsisten.

Anda akhirnya menghadapi kegagalan demi kegagalan saat Anda terus menjalani pola yang sama. Hal ini dapat menyebabkan perasaan kronis kritik diri, ketidakmampuan, rasa bersalah, dan frustrasi

Mengatasi Savior Complex

  • Pahamilah bahwa setiap orang bertanggung jawab atas hidupnya masing-masing. Sehingga jangan sampai Anda merasa bertanggung jawab atas setiap masalah orang lain.
  • Pahami sejauh mana sebaiknya Anda terlibat dalam usaha menyelesaikan masalah seseorang. Jangan sampai bantuan yang Anda berikan ustru membuat orang tersebut merasa tidak nyaman.
  • Jangan terburu-buru menolong orang lain, pastikan apakah Anda benar-benar ingin membantunya atau hanya ingin memuaskan “hasrat ingin menolong” dalam diri Anda.
  • Pastikan bahwa orang-orang tersebut memang benar-benar butuh pertolongan. Jangan sampai Anda mengorbankan kepentingan diri sendiri untuk otang yang tidak benar-benar butuh pertolongan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.