Sinopsis C-Drama The Little Nyonya episode 8(10)

oleh -11 views

ZETIZEN RADAR CIREBON – Bagi para pecinta drama Cina kali ini kami akan menghadirkan sedikit potongan dari sinopsis dalam drama Cina. Drama ini berjudul The Little Nyonya. Berikut part 10 dari episode 8. Untuk membaca episode awal kamu bisa klik ini(IND)

Sinopsis C-Drama The Little Nyonya episode 8(10)

Sheng datang untuk memberitahu kalau Neneknya sangat menyukai rempah udang buatan Juxiang. Dan sesuai yang Juxiang minta, dia berbohong kalau yang membuat rempah udang itu adalah Nyonya berusia 80 tahun. Sheng kemudian meminta Juxiang membuatkan kue Nyonya untuk ulang tahun Neneknya yang ke-60 tahun.

Karna keasyikan mengobrol dengan Sheng, Juxiang sampai lupa kalau dia sedang memasak di dalam. Begitu masuk, api sudah membesar. Sheng segera membantunya memandamkan api dengan menyiramkan air. Hal itu membuat wajahnya menjadi kotor oleh asap. Refleks, Juxiag membantu mengelap wajahnya. Begitu tersadar akan yang dilakukannya, Juxiang segera berhenti dan menundukkan kepala, kemudian meninggalkan Sheng.

Sejak menyelamatkan Yan Zi waktu itu, hubungan Sheng dengan Yan Zi menjadi dekat. Mereka menjadi teman. Apalagi, Yan Zi bekerja di bar yang biasa Sheng kunjungi. Yan Zhi juga memberitahu kalau di tempat itu, namanya bukan Yan Zi, melainkan Suzi Wong.

Sheng nggak peduli karna baginya, Yan Zi adalah temannya. Shi Yan Zi. Dia juga mempersilahkan Yan Zi duduk dan mengajaknya mengobrol sambil minum. Yan Zi masih saja memanggil Sheng dengan panggilan : “Pahlawan.” Saat Sheng ingin memberitahu namanya, Yan Zi menghentikannya. Sheng kurang suka di panggil ‘Pahlawan’ karena terdengar seperti sarkastik.

Menurut Sheng, dia seperti beruang. Dia takut mencintai. Dia ingin mencintai tapi tidak tahu caranya. Bahkan, yang lebih hina, dia tidak mau orang jatuh cinta.

Saat Sheng pulang, Ah Ling langsung menyampaikan kalau Ny. Chen sudah menunggunya dari tadi. Sheng pun segera menemui neneknya yang sedang berdoa di altar leluhur. Begitu dia datang, Nenek memerintahkannya untuk berlutut di depan leluhur.

Bukannya menyesal, Sheng menduga kalau Meiyu mengeluh kepada Nenek lagi. Xiulian menjawab kalau dia yang memberitahu Nenek. Dia berusaha menjelaskan pada Sheng kalau wanita itu mempunyai tekanan untuk mewariskan garis keturunan suami. Jika dia terus seperti ini, Meiyu bisa hancur.

Nenek sangat marah dan ingin tahu apa kesalahan Meiyu hingga Sheng bersikap begini padanya. Sheng menjawab kalau Meiyu tidak salah, dialah yang salah.

Xiulian berusaha menenangkan Nenek. Dia menyarankan agar membiarkan Sheng berkaca di hadapan para leluhur. Dengan begitu, Sheng bisa sadar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.