Apakah Pacaran itu Haram?

oleh -72 views
source: islam-peace.com

ZETIZEN RADAR CIREBON- Mencintai lawan jenis adalah fitrah manusia. Cinta dapat membuat hidup manusia lestari dan indah. Oleh karena itu, Allah SWT menjadikan wanita sebagai perhiasan dunia dan kesenangan bagi penghuni surga. Islam sebagai agama yang sempurna juga telah mengatur bagaimana menyalurkan fitrah cinta dalam Al-Qur’an. (IND)

Namun, apa hukumnya jika cinta murni disalurkan dengan cara yang tidak sesuai dengan ajaran Islam? Fenomena ini saat ini mempengaruhi sebagian besar remaja. Distribusi cinta yang sering menyebut hubungan dengan istilah “kencan”.
Islam tidak pernah mengajarkan kita tentang ‘berkencan’ atau pacaran. Tidak ada konsep berkencan seperti yang ada di Barat karena, pada kenyataannya, dua orang yang berbeda jenis kelamin tidak dapat menghindari sendirian bersama, ada pandangan sekilas, dan sentuhan terjadi. Semua tindakan ini, tentu saja, tidak sah menurut syariat Islam.

Larangannya adalah untuk mencegah seseorang terjerumus ke dalam zina dan menjaga kehormatan seorang wanita.

Dalil larangan pacaran

Allah SWT berfirman: “Dan janganlah kamu mendekati zina; Sesungguhnya zina adalah perbuatan keji dan jalan yang buruk.” (Al Isra 17:32). Meskipun Al-Qur’an tidak menjelaskan secara jelas, Al-Qur’an melarang segala bentuk zina dan hal-hal yang mendekati zina, termasuk pacaran.
Tapi Islam tidak pernah melarang kita untuk saling mencintai, dan menyukai seseorang untuk menikah itu halal sepenuhnya.
Bertemu dengan pasangan sebelum menikah sepenuhnya boleh dan boleh jika dengan niat yang benar dan tepat. Misalnya, Anda bisa keluar untuk pemahaman yang lebih baik sebelum menikah (sekali atau dua kali) tetapi pergi keluar untuk menonton film, melakukan hal-hal yang haram tidak diperbolehkan.
Cendekiawan Islam Mufti Menk menyebut pertemuan semacam itu sebagai pertemuan halal, yang masih harus mengikuti aturan tertentu.

Baca Juga: Codependent Relationship! Terlalu Berkorban untuknya

Dalam perspektif Islam, dalam memilih pasangan, faktor terpenting yang harus diperhatikan adalah Taqwa (takwa dan kesadaran Allah). Nabi kita tercinta Muhammad SAW menganjurkan pelamar untuk saling bertemu sebelum menjalani prosedur pernikahan.

Hal ini penting karena tidak masuk akal jika dua orang memasuki pernikahan dan diharapkan memiliki kehidupan pernikahan yang sukses, penuh cinta, dan kasih sayang jika mereka tidak saling mengenal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.