Daftar Game Baru di 2021 yang Mengecewakan (Part 2)

oleh -51 views
Game baru 2021

ZETIZEN RADAR CIREBON – Ekspektasi yang berlebihan seringkali timbulkan dampak kekecewaan yang lebih menyakitkan, tak terkecuali untuk video game. Semua orang tentu pernah merasa kecewa atas suatu game yang telah lama ditunggu-tunggu, namun ternyata kurang berikan kepuasan berarti. (mrg)

Tahun 2021 yang akan segera berakhir inipun telah munculkan ragam video game yang memuaskan dan mengecewakan. Dan seperti biasa, banyak yang mengecewakan di antaranya datang dari perusahaan-perusahaan video game besar. Maka dari itu, menarik agaknya melihat daftar game baru mengecewakan yang dirilis selama 2021 ke belakang ini.

Sebagai catatan, game-game mengecewakan dalam artikel ini bukan berarti menjadi yang terburuk. Walau sebagian besar kekecewaan ini terjadi akibat hype dan ekspektasi berlebihan yang tidak terwujudkan, beberapa game di bawah ini sejatinya masih miliki potensi dan berkesempatan untuk berbenah agar menjadi game yang diharapkan para fans.

Tidak ketinggalan, karena selera video game orang berbeda-beda, mengecewakan bagi saya mungkin memuaskan bagi pemain lain.

The Medium

Game baru yang mengecewakan di 2021 selanjutnya adalah The Medium. Mencoba hadirkan konsep Dual Reality menjadi satu hal yang ditonjolkan dalam game psychological horror The Medium, dimana yang terjadi di satu realita akan berpengaruh di realita lainnya. Terlepas dari konsep permainan dan cerita yang sudah disajikan cukup menarik, sayangnya permasalahan performansi menjadi hal yang kerap ditemui. Ditambah dengan minimnya tantangan yang berarti serta keseluruhan game yang bisa diselesaikan dalam delapan jam ini. Hal ini membuat The Medium kurang berhasil memberikan pengalaman game horor yang memuaskan.

Walau demikian, sang developer setidaknya sudah mempersiapkan pondasi yang baik untuk konsep dan mekanisme Dual Reality-nya. Sehingga ke depannya diharapkan akan hadir lanjutan The Medium yang lebih baik, atau bahkan game selain horor yang dirasa cocok untuk memanfaatkan fitur dua realita tersebut.

Baca juga : Wow! 7 Game dengan Proses Pembuatan Paling Lama!

Elite Dangerous: Odyssey

Sebagai salah satu game online penjelajahan luar angkasa saat ini, fans tentunya terkejut ketika Elite Dangerous memutuskan untuk hadirkan ekspansi berupa turun langsung ke suatu planet untuk penjelajahan di daratan dan menyelesaikan ragam aktivitas baru. Tentu terdengar ambisius mengingat penjelajahan luar angkasa dalam Elite Dangerous sendiri sangatlah luas dan bisa turun ke suatu planet yang ditemui tentunya begitu diekspektasikan oleh komunitasnya. Namun sayang, ekseksinya bisa diblang tidak sembisius yang pemain harapkan.

Secara singkat, aktivitas-aktivitas yan ditawarkan terasa begitu membosankan, rangkaian misi yang repetitif, combat yang seperti disajikan ala kadarnya, AI yang tidak menantang sama sekali, serta reward yang terasa tak sepadan dengan usahanya. Namun tidak bisa dipungkiri bahwa jelas ekspansi ini terlihat sebagai sang developer tengah mencoba sesuatu yang baru dalam skala yang besar, sehingga diharapkan semua feedback dapat didengarkan demi menjadikan Elite Dangerous: Odyssey sebagai game yang diharapkan fans ke depannya.

Call of Duty: Vanguard

“Serial Call of Duty kian memburuk setelah trilogi Modern Warfare”. Kalimat tersebut mungkin sering kalian lihat atau dengar di berbagai komunitas video game. Dan benar saja, Call of Duty: Vanguard yang baru-baru ini dirilispun nampaknya tak lepas kutukan tersebut. Seolah-olah mencoba bertahan dengan formula yang sama dari game-game sebelumnya. Dari campaign yang kurang memorable, hinga multiplayer maupun mode zombie yang stagnan atau tidak ada perbedaan berarti dari pendahulunya.

Bisa dibilang terasa seperti game yang dirilis tahunan ala pabrikan demi menyenangi investor dan bukan dibuat untuk para fansnya. Saya pun ragu apakah game atau bahkan serial Call of Duty ini bisa bangkit dari keterpurukannya di mata fans. Mengingat sang developer sendiri tengah diserbu berbagai permasalahan kontroversial di level manajemen, mungkin saja pembenahan besar-besaran akan terjadi, dan diharapkan dapat berpengaruh terhadap pengembangan game-game buatan mereka ke depannya.

Sumber : Gamebrott

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.