Istilah Dunia Kerja yang Arti Kulturalnya Ngehe Part 1

oleh -39 views

ZETIZEN RADAR CIREBON –

 Ada banyak istilah dunia kerja yang sebetulnya sering kamu dengar, tapi punya arti kultural yang… ya gitu deh. Kadang bikin motivasi kerja lenyap seketika. (RF17).

Kerja kalau tanpa mengeluh overworkoverwhelm, dan underpaid memang nggak mungkin. Konon, anak zaman sekarang lebih banyak ngebacotin pekerjaan mereka ketimbang mengerjakannya dengan namaste. Hooh, dunia kerja kejam ya, Bestie.

Nggak apa-apa deh, namanya juga ikut arus ngeluh-ngeluh. Sak bahagiamu wae lah. Yang penting jangan lupa ngeluhnya sambil dengerin lagu Kunto Aji yang “Rehat” biar merasa semua ini bukan salahmu.

Demi turut menurunkan motivasi kerja bocah-bocah sekarang, saya punya bahan nih. Kita bisa bersama-sama mengeluhkan istilah dunia kerja yang punya arti kultural menyebalkan. Lebih menyebalkan daripada arti harfiahnya. Mari diresapi bersama-sama demi bertahan cari cuan.

Noted

Istilah dunia kerja satu ini sering diucapkan sama mereka yang sudah telanjur lelah. Biasanya rekan kerja chat di grup WhatsApp dan mention kawannya demi mengingatkan bahwa pekerjaannya itu ditunggu dari kemarin, tapi kok belum kelar. Biar gampang saya kasih contoh situasinya nih. Dengan kata lain, “noted” artinya ‘iya aku tau udah lah jangan berisik, anjenggg!’ Kalau rekan kerjamu ada yang begini, tolong berikan dia motivasi kerja biar nggak emosi terus

FYI Aja Sih

Kata “FYI” memang sudah sering dipakai di percakapan sehari-hari, kepanjangannya adalah for your information. Tapi, kalau kata ini dipakai sebagai sebuah istilah di dunia kerja, arti kulturalnya bisa lebih ngehe.

“FYI aja sih, aku sudah melakukan riset tren sejak November dan hasilnya nihil.”

Ini mah namanya bukan lagi menginformasikan ke rekan kerja lainnya, melainkan memberikan penekanan. Kurang lebih kalau diartikan secara telanjang, kalimatnya jadi begini, “Camkan ini ya, Wahai rekan. Aku sudah melakukan riset tren sejak November dan hasilnya nihil. Terus, aku masih disalahkan atas apa yang terjadi gitu? Padahal aku sudah kerja maksimal woy, mengertilah, aku menderita woy!”

Nggak semua istilah FYI diartikan persis begitu di dunia kerja, intinya kurang lebih mengandung emosi dan kegeraman yang sama.

Baca Juga : Keuntungan Memiliki Kekasih Seorang Gamer Part 1

Hold dulu ya

Bukan bermaksud mematahkan semangatmu untuk berinovasi dalam pekerjaan, tapi istilah “hold dulu ya” terkadang punya makna yang sedikit menyakitkan dan berpotensi menurunkan motivasi kerja. “Hold dulu” bisa berarti juga “usulanmu nggak penting woy!” atau penolakan secara halus. Oke, biar nggak ngawang saya gambarkan situasinya.

Officer A: “Menurut aku campaign ini bakal lebih ramai kalau memanfaatkan gimik selebgram sih. Misalnya tiba-tiba Awkarin dikasih ucapan selamat karena habis beli hotel gitu. Nanti aku buatkan brief-nya deh.”

Supervisor B: “Menarik sih, tapi usulan gimik selebgram ini kita hold dulu deh ya,”

Sumber : mojok.co

One thought on “Istilah Dunia Kerja yang Arti Kulturalnya Ngehe Part 1

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.