Kopi Arabika! Mengenal Ciri Khasnya dan Cita Rasanya

oleh -45 views
Source: Google

ZETIZEN RADAR CIREBON – Bagi para peminat kopi, sudah dapat di pastikan bahwa ada banyak sekali cara untuk memberikan manfaat pada bagaimana caranya untuk menikmati segala jenis kopi yang ada di luar sana. Dalam kaitannya dengan hal tersebut, yang hendak kita bahas di sini adalah tentang Kopi arabika. (herdi)

Kopi arabika merupakan salah satu dari beragam jenis kopi yang di budidayakan secara global. Pada mulanya, kopi ini berasal dari wilayah Ethiopia dan di bawa oleh pedagang Arab ke Yaman. Kala itu, orang-orang Arab mempopulerkan penyeduhan ekstrak biji kopi arabika dengan air panas  yang bertujuan untuk menghasilkan minuman menyegarkan.

Cita Rasa Kopi Arabika

Di bandingkan dengan berbagai jenis kopi lainnya, kopi arabika termasuk kopi yang memiliki nilai tertinggi di seluruh dunia. Hal ini di sebabkan oleh cita rasa berbeda yang di hasilkan oleh setiap varietasnya sehingga para pencinta kopi punya banyak pilihan rasa.

Selain cita rasa yang khas darinya berupa kekentalan (body) yang ringan dan tingkat keasaman yang lebih tinggi di bandingkan kopi yang lainya, kopi arabika juga memiliki profil aroma yang sangat unik, di antaranya  ada yang memiliki aroma khas menyerupai lemon (lemony), aroma menyerupai madu (honeyed) dan bahkan aroma khas menyerupai cokelat (chocolaty). Aroma yang khas pada hasil seduhan memang  dapat memberikan nilai tambah terhadap produk cita rasanya yang di hasilkan.

Struktur Biji Dan Pohonnya

Apabila Anda membandingkan biji kopi arabika dengan robusta, maka Anda bisa melihat secara jelas ukuran biji arabika yang agak lebih besar. Kemudian, Anda juga dapat melihat bentuk bijinya yang cenderung pipih dan memanjang dengan tekstur yang lebih halus.

Tanamannya bisa tumbuh menjadi sekitar lima meter tingginya, meskipun tanaman komersial biasanya di budidayakan tetap pendek. Daun tanaman berwarna hijau gelap, dan menghasilkan bunga putih yang harum dan buah matang berwarna merah tua.

Habitat Kopi Arabika

Seperti yang telah di jelaskan di awal, arabika di budidayakan secara global. Hal ini tak lain karena tingginya permintaan dari para pencinta kopi di berbagai penjuru dunia. Walaupun begitu, kopi jenis ini ternyata tidak dapat sembarangan di tanam di sebabkan kerentanannya terhadap hama dan cuaca.

Secara garis besar, kopi jenis ini akan lebih tepat jika di budidayakan di ketinggian 1.000 hingga 2.000 meter di atas permukaan laut dengan suhu udara sekitar 15–25 derajat celsius. Hal ini karena suhu yang terlalu panas bisa menyebabkan pertumbuhan pohonnya terlalu cepat dan bunganya keluar terlalu dini.

Apabila hal tersebut terjadi, risiko penyakit karat pada daun tanaman kopi akan semakin meningkat. Sebaliknya, jika suhu terlalu rendah, pertumbuhan pun akan menjadi lambat dan cabang-cabang sekunder serta tersier akan muncul dan mengganggu produksi buah kopi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.