,

Kumbang Badak, Sang Serangga Perkasa

oleh -125 views
Kumbang Badak yang tengah terdiam di batang kayu

ZETIZEN RADAR CIREBON –Jika kalian pernah menonton kartun Digimon, kalian pasti tidak asing dengan Digimon serangga yaitu Tentomon yang Digivolve menjadi Kabuterimon? Yup, Kabuterimon ini terinspirasi dari Kumbang Badak. (tezz)

Sebelah kiri Tentomon dan sebelah kanan Kabuterimon

Memiliki banyak jenis

Dengan nama latin Dynastinae. Kumbang Badak merupakan serangga dari famili kumbang scarab (Scarabaeidae). Nama umum lainnya dalam kelompok kumbang badak lainnya yaitu misalnya Kumbang hercules, kumbang unicorn atau kumbang tanduk.

Lebih dari 300 spesies jenis kumbang yang tersebar di belahan dunia dan masih ada beberapa yang belum terindetifikasikan.

Banyak kumbang badak yang terkenal karena bentuknya yang unik dan ukuran besar. Beberapa spesies terkenal adalah, misalnya, kumbang atlas, kumbang badak eropa, kumbang hercules, kumbang kabutomushi, dan kumbang unicorn.

Kumbang Badak secara morfologi

Secara morfologi tubuh kumbang terbagi menjadi tiga bagian yaitu kepala, dada dan perut. Kumbang tanduk berwarna cokelat gelap sampai hitam mengilap. Panjangnya 35-50 mm dan lebar 20-33 mm dengan satu tanduk yang menonjol pada bagian kepala.

Pada bagian tengah atau dada kumbang terdapat enam kaki dan dua pasang sayap. Bagian kepalanya memiliki mata, antena dan mulut. Bagian kepala terdapat satu tanduk atau cula kecil.

Baca juga : Guinea Pig yang Unik, Tikus? Marmot? atau Babi ?

Kepala kumbang tanduk keras, di lengkapi dengan rahang yang kuat berwarna hitam. Semua kumbang mempunyai sepasang antena bersegmen yang biasanya menonjol di depan matanya. Kumbang jantan memiliki tanduk yang lebih panjang dari pada yang betina.

Yang Jantan dapat di bedakan lebih akurat dengan ujung ruas abdomen terakhir di mana betina memiliki rambut.

Kumbang  betina bertelur dan berkembang biak di berbagai tempat termasuk sampah, daun busuk, daun kering dan sisa-sisa kayu sawit, pupuk kandang atau kompos, batang kelapa yang  membusuk, dan serbuk gergaji di dekat batang kelapa. Menurut Pusat Penelitian Kelapa Sawit,  kelapa sawit dan batang kelapa yang membusuk adalah rumah bagi larva kumbang. Kumbang betina dapat bertelur 3.570 butir atau lebih.

Larva kumbang berukuran kira-kira sebesar pisang susu, berwarna putih keabu-abuan, di tumbuhi bulu-bulu coklat. Kepompong terbungkus dalam bahan yang terbuat dari tanah, daun, dan ranting. Siklus hidup kumbang  bervariasi tergantung pada habitat dan kondisi lingkungan. Iklim kering dan kondisi makan yang buruk menghambat perkembangan larva, yang hanya bertahan selama 14 bulan.

Keistimewaan Kumbang Badak

Serangga ini istimewa karena memiliki rahang yang sangat kuat (sepasang  mulut yang digunakan  untuk menggigit atau memotong dan menahan makanan)  dan beradaptasi dengan baik untuk menggali di pohon.

Biasanya, ketika mereka menemukan kelapa yang cocok, mereka  mulai merusak tanaman. Kumbang  merusak kelapa dengan menggunakan kakinya (titik tumbuh) untuk menggali jauh ke tengah pucuk pohon (titik tumbuh) dengan deretan duri  tajam.

Menjadi Hama Petani

Kumbang dianggap oleh sebagian orang sebagai hama pohon kelapa sawit. Biasanya, mereka menyerang perkebunan kelapa sawit yang baru ditanam hingga masih muda. Di daerah yang memungkinkan penanaman kembali seperti kelapa sawit, dan serangan kumbang dapat menyebabkan stagnasi produksi hingga satu tahun dan kematian pohon hingga lebih dari 25%.

Sumber : greeners.co & wikipedia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.