Luka Psikologis yang Sangat Fatal dan Perlu Diketahui

oleh -53 views
source: Google

ZETIZEN RADAR CIREBON – Menurut Lise Bourbeau, penulis buku “Heal your wounds and find your true self”, ada 5 luka besar yang kita hadapi setiap hari: penolakan, pengabaian, penghinaan pengkhianatan, dan ketidakadilan. (herdi)

Ketika salah satu dari cedera ini di aktifkan, kita menggunakan topeng, yaitu perilaku yang tidak benar-benar sesuai dengan siapa kita atau apa yang akan kita lakukan dalam situasi normal.

1.      Rejection (Penolakan)

Penolakan adalah luka yang sangat dalam, karena orang yang menderitanya merasa ditolak keberadaannya dan terutama haknya untuk hidup. Demikianlah sakit yang di alami oleh orang tua yang berjenis kelamin sama antara saat pembuahan dan usia satu tahun.

Orang yang melarikan diri adalah orang yang meragukan haknya untuk hidup. Ia mencari kesendirian karena jika mendapat banyak perhatian, ia akan takut tidak tahu harus berbuat apa. Pelari memilih untuk tidak terikat pada hal-hal materi karena hal itu akan mencegahnya melarikan diri.

Orang yang menderita penolakan terus-menerus mencari cinta dari orang tua sesama jenis, atau mentransfer pencariannya kepada orang-orang dari jenis kelamin yang sama.

2.      Abandonment (Pengabaian)

Luka yang di alami dalam kasus pengabaian adalah yang terdalam kedua setelah penolakan karena keduanya mempengaruhi keberadaan. Mungkin luka ini di alami oleh orang tua lawan jenis antara satu dan tiga tahun.

Mereka yang menderita karena pengabaian tidak merasa cukup terpelihara secara emosional. Mereka selalu membutuhkan bantuan dan dukungan. Pecandu berpikir dia tidak bisa melakukan semuanya sendiri dan dia membutuhkan seseorang untuk mendukungnya secara teratur.

Pecandu biasanya meminta pendapat atau persetujuan orang lain sebelum memutuskan. Dia tidak mengambil keputusan atau dia meragukan keputusannya ketika dia tidak merasa didukung oleh orang lain.

3.      Humilation (Penghinaan)

Cedera ini terutama terkait dengan dunia fisik: memiliki dan melakukan. Hal ini umumnya di alami dengan ibu atau dengan orang yang bertanggung jawab untuk mempelajari fungsi fisik dan seksual yang di sebutkan di atas.

Masokis sering malu pada dirinya sendiri dan orang lain atau takut malu. Dia pikir dia kotor, berantakan. Dia tidak ingin mengenali dan menganggap sensualitasnya serta cintanya pada kesenangan yang terkait dengan indra.

Masokis tampaknya ingin melakukan segalanya untuk orang lain. Pada kenyataannya, ia ingin membuat batasan dan kewajiban agar tidak menikmati kebebasannya.

4.      Betrayal (Pengkhianatan)

 (pengkhianatan) terkait erat dengan luka pengabaian. Sementara pengabaian adalah tentang menjadi, pengkhianatan adalah tentang memiliki dan melakukan.

Sangat tanpa kompromi, pengontrol ingin menunjukkan kepada orang lain apa yang dia mampu. Dia sering menyela dan merespons sebelum pihak lain selesai. Ketika segala sesuatunya tidak berjalan cukup cepat sesuai dengan keinginannya, dia mengalami kemarahan.

Pengendali memiliki kesulitan besar dalam menerima kepengecutan orang lain. Dia mengalami kesulitan mendelegasikan tugas sambil mempercayai orang lain. Di antara yang lainnya, si pengendali adalah yang paling banyak berharap dari yang lain karena dia suka meramalkan dan mengendalikan segalanya.

5.      Injustice (Ketidakadilan)

Luka orang yang kaku (ketidakadilan) terkait erat dengan luka orang yang melarikan diri (penolakan). Sementara penolakan sangat menyentuh keberadaan, luka ketidakadilan menyentuh memiliki dan melakukan.

Yang kaku adalah orang yang hidup dengan gerakan dinamis tetapi kaku dan kurang fleksibel. Dia perfeksionis dan iri. Dia memotong dirinya sendiri dari perasaannya dan sering menyilangkan tangannya. Dan berusaha untuk menjadi sempurna dan sangat membenarkan dirinya sendiri.

Saat digerakkan, si kaku tidak mau menunjukkannya tapi kita bisa melihatnya dari nada suaranya yang menjadi kering dan kaku. Orang yang kaku menyukai bahwa mereka yang membukanya menyadari semua yang telah dilakukannya dan semua yang terlibat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.