Marah Sampai Ingin Menangis! Kenapa Bisa Begitu?

oleh -53 views
Source: Google

ZETIZEN RADAR CIREBON – Pernahkah Kamu benar-benar marah dan mendapati diri Kamu menangis? Sementara beberapa orang berteriak dan berteriak ketika mereka marah, beberapa orang menangis ketika mereka marah. Tergantung pada situasinya, pengalaman ini bisa membingungkan, memalukan, dan membuat frustrasi, jadi Kamu mungkin bertanya-tanya mengapa itu terjadi. (herdi)

Menangis sebenarnya merupakan respons yang sangat umum terhadap kemarahan karena kemarahan seringkali merupakan akibat dari perasaan terluka atau sedih, kata Sabrina Romanoff, PsyD, psikolog klinis dan profesor di Yeshiva University, New York City.

Inilah yang perlu Kamu ketahui tentang respons emosional Kamu terhadap kemarahan dan bagaimana Kamu dapat mengelolanya.

Reaksi Emosional terhadap Kemarahan

Kemarahan dapat menimbulkan sejumlah emosi, mulai dari agresi dan negativitas hingga kesedihan dan depresi. Di bawah ini, Romanoff menjelaskan beberapa reaksi emosional yang dialami orang dalam menanggapi kemarahan.

Agresi

Ini dapat mencakup agresi atau tindakan nyata, seperti memecahkan barang-barang atau meninju tembok. Atau, orang-orang mengekspresikan kemarahan mereka secara tidak langsung melalui sarkasme ini memungkinkan mereka untuk menghilangkan impuls agresif mereka dengan cara yang halus.

Depresi dan Kecemasan

Reaksi emosional sekunder yang paling umum terhadap kemarahan adalah depresi dan kecemasan.

Kita diajari di usia muda bahwa kemarahan bersifat korosif dan mengancam keterikatan dan hubungan. Oleh karena itu, kita berusaha keras untuk melindungi orang lain dari kemarahan kita, dengan menggantinya dengan emosi yang tidak terlalu mengancam, seperti depresi dan kecemasan.

Kritik

Orang juga cenderung menjadi kritis ketika mereka marah. Alih-alih mengatasi masalah secara konstruktif, mereka mencari kesalahan orang lain dalam mengejar pembalasan.

Pro dan Kontra Menangis Saat Kamu Marah

Romanoff mencantumkan beberapa keuntungan dan kerugian menangis saat Kamu marah.

Manfaat Menangis Saat Marah

Menangis adalah bentuk menenangkan diri; itu memaksa Kamu untuk mengatur dan mengontrol napas Kamu, fokus pada pola inhalasi dan pernafasan Kamu, dan menurunkan detak jantung Kamu, sampai Kamu kembali ke keadaan tenang.

Menangis bukanlah tanda kelemahan; melainkan merupakan indikator bahwa situasi itu penting bagi Kamu dan Kamu memiliki perasaan yang kuat terhadapnya. Itu selalu membantu untuk menggunakan emosi Kamu sebagai panduan. Air mata membantu Kamu lebih memahami diri sendiri dan dampak situasi tersebut terhadap Kamu.

Kekurangannya

Menangis bisa menjadi tidak menguntungkan ketika Kamu berada dalam situasi di mana Kamu tidak ingin orang lain tahu bagaimana perasaan Kamu sebenarnya. Ini bisa jadi karena cara Kamu percaya hal itu dapat mengubah persepsi mereka tentang Kamu.

Mengatasi Menangis Saat Kamu Marah

Romanoff membagikan beberapa strategi yang dapat membantu Kamu mengatasi air mata dan kemarahan Kamu dengan cara yang sehat.

Ambil napas dalam-dalam

Mengambil napas dalam-dalam adalah cara yang baik untuk menenangkan diri. Berhenti sejenak dan memusatkan perhatian pada napas memungkinkan Kamu untuk lebih berhati-hati dalam berkomunikasi dan menanggapi situasi.

Komunikasikan Perasaan Kamu

Sebagian alasan kemarahan bertahan adalah karena batas dilanggar dan Kamu merasa tidak terlihat atau diperlakukan dengan buruk. Kemarahan adalah reaksi besar yang sulit untuk diabaikan.

Pertahankan Ketenangan Kamu di Depan Umum

Mungkin ada saat-saat ketika Kamu marah tetapi tidak ingin menangis di sekitar orang yang bersama Kamu. Misalnya, ini mungkin termasuk tidak ingin menangis di depan kelompok besar atau di depan orang yang mungkin tidak memahami situasi Kamu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.