Minder Ketika Diejek? 4 Alasan Ini Buktikan Kamu Bisa Jadi Lebih Baik

oleh -40 views

ZETIZEN RADAR CIREBON – Ejekan itu menyasar mental. Makanya, mentalmu bisa down ketika diejek dalam hal apa pun. Di awal masa dewasa, ejekan biasanya terkait pekerjaan dan kondisi keuanganmu selepas kamu lulus kuliah dan mencoba hidup mandiri. Sejauh ini, bagaimana caramu menyikapinya? Apakah kamu termasuk yang bisa santai dalam menghadapinya atau justru sontak merasa minder? (az)

1. Yang diejeknya adalah kondisimu saat ini, bukan masa depanmu

Artinya, masa depanmu masih suci. Dia bisa saja mengaitkan kondisimu saat ini dengan masa depanmu. Misalnya, dia meramal masa depanmu akan suram sebab sampai hari ini pekerjaanmu masih gak jelas.

Namun apa pun ramalannya, itu sama sekali tak mencemari masa depanmu. Kamu sendiri yang akan mengukir masa depanmu dengan serangkaian usaha untuk membuatnya menjadi cerah. 

Oleh sebab itu, daripada kamu berlarut-larut memikirkan ejekannya, bangkitlah. Lakukan segala upaya terbaik untuk mencegah ramalannya menjadi kenyataan. Bila kamu dapat membalik kondisi kehidupanmu, gak ada lagi yang berani mengejekmu.

2. Kamu masih dapat mengejar ketertinggalan

Kamu diejek karena posisimu sekarang di bawah atau di belakang orang yang mengejekmu. Ini seperti orang berjalan atau berlari saja, kok. Kamu sangat mungkin akan dapat menyalipnya.

Baca juga: Social Exclusion! Pahami Lebih Dalam Tentangnya

Syaratnya sama seperti dalam poin pertama. Jangan terjebak dalam perasaan minder karena ini membuatmu lemah. Bangun keyakinan bahwa kamu bakal bisa lebih baik darinya dan fokuslah dalam berusaha.

3. Terkadang orang mengejek untuk menutupi perasaan insecure-nya

Tak seperti dalam dua poin sebelumnya, ternyata ada pula yang mengejekmu bukan lantaran kamu memang pantas buat diejek. Masalahnya bukan pada dirimu melainkan di dirinya, yaitu perasaan insecure.

Dia mengejekmu guna menutupi perasaan tersebut. Dia berharap aksinya akan meningkatkan kepercayaan dirinya selagi kepercayaan dirimu drop. Lalu bagaimana kamu dapat tahu dia mengejekmu hanya untuk menutupi perasaan insecure-nya?

Caranya gampang saja. Cermati isi ejekannya. Contoh, bila dia mengejekmu secara materi, lihat kembali apakah dia betul-betul lebih kaya daripada kamu? Terlihat glamor saja bukan berarti secara finansial dia lebih mapan darimu, kan?

4. Makin diejek makin mengurangi bebanmu ketika melangkah

Kerap diejek orang bukan tak ada sisi positifnya, lho. Asal kamu mau terus belajar menguatkan diri sekaligus agak cuek, ejekan orang justru mengurangi bebanmu ketika melangkah menuju masa depan yang lebih baik.

Berbeda dengan kalau kamu selalu dielu-elukan. Pujian yang berlebihan mudah membuatmu terlena atau terlalu takut gagal sehingga kamu tak berani melangkah. Sementara itu, sering diejek mendorongmu lebih berani bereksperimen dalam kehidupan.

Toh, seandainya kamu gagal dan makin diejek, kamu sudah biasa menghadapinya. Kamu bakal terus mencoba sampai akhirnya kamu berhasil juga dan ejekan berubah menjadi kekaguman.

Saat kamu berhadapan dengan orang yang suka mengejek, cara paling mudah supaya kamu mampu bertahan adalah dengan tidak terlalu memikirkannya. Pahami bahwa ejekannya tak menentukan kualitas dirimu melainkan cermin dari kualitas dirinya sendiri.

Source by idntimes.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.