Mindful Eating! Mengenal Tentangnya untuk Diet Sehat

oleh -25 views
Source: Google

ZETIZEN RADAR CIREBON – Mindful eating adalah tindakan hadir saat makan atau minum. Kamu mungkin makan sambil bekerja, menonton TV, berbicara di telepon, atau melakukan sejumlah tugas sepanjang hari. Kamu mungkin tidak menyadarinya ketika Kamu telah menuangkan secangkir kopi untuk diri Kamu sendiri, atau menghabiskan makanan temanmu. Itu karena makan adalah kebiasaan Kamu. (herdi)

Hubungan Antara Makanan dan Otak

Ada banyak penelitian yang menunjukkan dampak makanan pada kesehatan mental. Kamu mungkin memperhatikan bahwa peradangan Kamu meningkat setelah makan makanan olahan, atau tubuh Kamu terasa lebih berenergi saat Kamu makan lebih banyak sayuran.

Korelasi antara makanan dan kesehatan mental jauh lebih dalam daripada yang disadari banyak orang. Studi telah menemukan bahwa diet, bersama dengan olahraga, benar-benar dapat melawan gangguan neurologis dan kognitif, seperti epilepsi dan demensia. Ini juga terkait erat dengan kecemasan, depresi, dan tidur.

Identifikasi Hubungan Kamu Dengan Makanan

Diet tertentu mungkin lebih bermanfaat bagi kesehatan mental Kamu daripada yang lain, tetapi mindful eating mendorong Kamu untuk melihat melampaui makanan yang Kamu makan dan fokus pada cara Kamu makan.

Saat Kamu mulai berlatih mindful eating, penting untuk mengenali hubungan Kamu dengan makanan. Bagaimana perasaan Kamu tentang makanan? Apakah Kamu makan saat Kamu stres? Apa Kamu mengganti makanan dengan camilan saat Kamu sibuk? Apakah gula membuat Kamu cemas? Apakah makanan tertentu membantu Kamu fokus?

Cara Mempraktikkan Mindful Eating

Hidup dapat bergerak dengan cepat, dan berhenti untuk makan tanpa gangguan dan gangguan terkadang terasa mustahil, tetapi mindful eating tidak harus menyita waktu. Yang harus Kamu lakukan adalah memperlambat dan memperhatikan.

Berikut adalah beberapa cara untuk berlatih mindful eating setiap hari:

  • Sadar akan aktivitasnya. Ikuti satu suapan dari awal hingga akhir dan perhatikan suara pemotongan makanan, bau yang masuk ke lubang hidung Kamu, tekstur makanan saat mencapai mulut Kamu, rasa yang berubah saat Kamu mengunyah, dan perasaan saat Kamu menelan makanan Kamu.
  • Kenali sinyal tubuh Kamu. Kita semua pernah mengalami perasaan menggeram yang dalam di perut kita ketika kita lapar. Ini adalah sinyal. Mengidam juga merupakan sinyal, tetapi itu tidak selalu berarti Kamu membutuhkan makanan.
  • Perlambat makan Kamu sehingga tubuh dan otak Kamu dapat berkomunikasi. Ketika Kamu makan dengan cepat, Kamu biasanya tidak mengalami kekenyangan secepat itu, dan ini dapat menyebabkan makan berlebihan. Dalam proses melambat, Kamu memberikan waktu bagi tubuh dan otak Kamu untuk berkomunikasi.

Bersosialisasi sambil makan. Tindakan menyiapkan dan berbagi makanan dengan orang lain adalah aktivitas sosial yang telah bertahan dalam ujian waktu yang bergejolak, dan kita tahu bahwa keterlibatan sosial adalah faktor penting dalam kesejahteraan kita.

Mindful eating bukanlah diet. Tujuannya bukanlah untuk menurunkan berat badan atau mengurangi kalori. Tapi untuk meningkatkan hubunganmu dengan makanan dan pengalaman makan secara keseluruhan.

Mengetahui dampak negatif dari makanan tertentu pada tubuhmu tidak berarti Anda harus menghapus makanan tersebut dari dietmu. Dengan mindful eating, kamu dapat mengantisipasi dampak negatif dai dieat dan juga mengantisipaso agar tidak terlalu seing ngemil.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.