Review Buku Harry Potter dan Batu Bertuah Part 1

oleh -130 views

Zetizen Radar Cirebon – Bagi pencinta novel fantasi pastilah tidak asing lagi dengan novel karangan J.K Rowling ini. Pasalnya, buku-buku karangannya yakni Harry Potter sangat mendunia. Sampai-sampai adaptasi dari novel tersebutpun sangat laris di masyarakat. (Susan)

Baca juga : Vanitas no Carte Season 2 dan Segudang Misteri Baru

Mungkin banyak orang bertanya-tanya, “Untuk apa membaca buku Harry Potter jika kita bisa menonton filmnya?” Memang benar, sebagian besar inti cerita memang tergambar dalam film tersebut. Namun, ketika kita membaca bukunya, akan ada banyak hal-hal yang tidak tertuang dalam film. Di samping itu, buku ini memiliki penggambaran peristiwa dengan sangat baik. Sehingga kesan seru dan menegangkan akan kamu rasakan ketika membacanya.

Pengarang: J.K Rowling
Judul Asli: Harry Potter and the Philosopher’s Stone
Penerjemah: Listiana Srisanti (dari versi Inggris Raya)
Ilustrator: Thomas Taylor (BR) Mary GrandPré (AS)
Negara: Inggris Raya
Bahasa: Indonesia
Seri: Harry Potter
Subjek: Sekolah sihir Hogwarts
Genre: Fiksi, Fantasi
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama

Berikut adalah review dari buku Harry Potter dan Batu Bertuah Part 1 :

Harry Potter merupakan anak tunggal dari pasangan bernama James Potter dan Lily Evant. Sayangnya orang tua Harry terbunuh ketika terlibat pertarungan dengan Lord Voldemort, sang penganut sihir hitam. Ketika Voldemort hendak membunuh Harry yang masih kecil dengan suatu kutukan, secara ajaib Harry tidak terbunuh melainkan dampak yang timbul hanyalah bekas luka kecil berbentuk sambaran kilat yang ada di kepalanya. Secara misterius setelah kejadian itu, Voldemort menghilang entah ke mana.

Harry yang menjadi yatim piatu tinggal bersama keluarga Dursley yang merupakan kerabatnya, yakni paman Vernon Dursley dan bibi Petunia di Privet Drive No.4 bersama dengan anak sepantarannya dari keluarga itu, Dudley. Selama tinggal di keluarga itu, mereka memperlakukan Harry dengan buruk. Keluarga tersebut melarang Harry untuk bertanya segala hal perihal orang tuanya, yang ia tahu bahwa orang tuanya meninggal dalam kecelakaan lalu lintas dan luka di dahi Harry muncul karena hal itu.

Source by tibetan journal

Sebelum ulang tahunnya yang ke-sebelas, pertama kali dalam hidupnya Harry mendapatkan sebuah surat untuknya di depan pintu rumah dalam tumpukan surat-surat lain. Paman Vernon yang mengetahui hal itu langsung merebut surat Harry. Esoknya hal serupa kembali terjadi, namun kian hari surat yang datang kian bertambah. Begitupun dengan burung hantu yang bertengger di halaman rumah mereka. Sampai, paman Vernon memutuskan bahwa keluarganya harus pergi mengungsi ke tempat yang jauh agar tak dapat mendapatkan surat-surat itu lagi. Mereka mengungsi ke tepian pantai. Namun ketika tengah malam menjelang Harry berusia sebelas tahun, pintu rumah mereka lepas dari engselnya dan muncul sosok tinggi berbadan besar. Itu adalah Hagrid.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.