Review Buku Harry Potter dan Batu Bertuah Part 2

oleh -123 views

Zetizen Radar Cirebon – Bagi pencinta novel fantasi pastilah tidak asing lagi dengan novel karangan J.K Rowling ini. Pasalnya buku-buku karangannya yakni buku Harry Potter sangat mendunia. Sampai-sampai adaptasi dari novel tersebutpun sangat laris di masyarakat. (Susan)

Mungkin banyak orang bertanya-tanya, “Untuk apa membaca buku Harry Potter jika kita bisa menonton filmnya?” Memang benar, sebagian besar inti cerita memang tergambar dalam film tersebut. Namun, ketika kita membaca bukunya, akan ada banyak hal-hal yang tidak tertuang dalam film.

Di samping itu, buku ini memiliki penggambaran peristiwa dengan sangat baik. Sehingga kesan seru dan menegangkan akan kamu rasakan ketika membacanya.

Pengarang: J.K Rowling
Judul Asli: Harry Potter and the Philosopher’s Stone
Penerjemah: Listiana Srisanti (dari versi Inggris Raya)
Ilustrator: Thomas Taylor (BR) Mary GrandPré (AS)
Negara: Inggris Raya
Bahasa: Indonesia
Seri: Harry Potter
Subjek: Sekolah sihir Hogwarts
Genre: Fiksi, FantasiPenerbit: Gramedia Pustaka Utama

Berikut adalah review dari buku Harry Potter dan Batu Bertuah Part 2:

• Kegigihan Hagrid Meyakinkan Harry

Hagrid menjelaskan bahwa Harry harus bersekolah di Hogwarts, tempat para penyihir belajar sihir. Harry yang sebelumnya tak tahu apa-apa terkejut karena dirinya merupakan anak dari seorang penyihir hebat, dan dirinya pun adalah orang yang terkenal di dunia sihir.

Baca juga : Review Buku Harry Potter dan Batu Bertuah Part 1

Harry menjadi lebih yakin bahwa ia penyihir manakala mengingat hal-hal aneh yang terjadi padanya. Seperti rambutnya tumbuh dengan cepat dalam waktu semalam, sampai berbicara dengan ular di kebun binatang saat ulang tahun Dudley.

• Berkeliling Diagon Alley

Meskipun keluarga Dursley mencoba menentang, namun Harry akhirnya dapat bersekolah di Hogwarts. Harry dan Hagrid membeli peralatan sekolah di Diagon Alley, tempat perekonomian yang tersembunyi dari Muggle (orang biasa). Rupanya Harry mempunyai warisan dari orang tuanya, yakni uang dalam Bank Gringotts.

Setelah mereka berbelanja, mereka berpisah dan Hagrid memberikan tiket kereta Hogwarts Express yang tertera peron 9¾. Rupanya peron tersebut lagi-lagi tidak berlaku untuk Muggle. Karena peron 9¾ berada di antara peron 9 dan 10, yakni di tembok besar yang memisahkan keduanya.

• Pertemanan Harry

Harry bertemu dengan Ron Weasley dan Hermione Granger di dalam kereta, lalu sempat berselisih dengan Draco Malfoy. Ketika mereka sampai di Hogwarts, mereka akan berkelompok sesuai asrama masing-masing yang akan menjadi keluarga selama mereka berada di Hogwarts. Dengan bantuan topi seleksi, mereka mulai berkelompok sesuai dengan apa yang ada di hati mereka.

Source by pinterest

Terdapat 4 asrama, yakni Gryffindor, Hufflepuff, Ravenclaw, dan Slytherin. Harry, Ron dan Hermione tergabung dalam asrama Gryffindor. Sedangkan Draco Malfoy berada di asrama Slytherin yang terkenal dengan reputasi buruk karena menghasilkan banyak penyihir hitam, termasuk Voldemort.

Source by pinterest

• Tentang Batu Bertuah

Singkat cerita, mereka belajar sihir dari guru-guru yang ada di sana. Lalu, Harry mengetahui bahwa di Hogwarts ada hal berharga yang diincar oleh penyihir hitam yakni Batu Bertuah. Air dari batu tersebut dapat menjadikan peminumnya memiliki umur panjang, bahkan sampai abadi. Mereka mencurigai bahwa Severus Snape, guru ramuan mereka lah penyihir hitam yang ingin mengincar Batu Bertuah tersebut. Namun ternyata, mereka semua salah mengambil kesimpulan.

Hayo, siapa yang penasaran bagaimana kelanjutannya? Kalian dapat membaca buku ini di google play book maupun membelinya di toko buku.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.