Spesifikasi KF-X Pesawat Tempur Kerjasama Korea-Indonesia

oleh -23 views
source: forbes

ZETIZEN RADAR CIREBON- KF-X (Korean Fighter-eXperimental) adalah pesawat tempur multi-peran generasi ke-4.5 yang di kembangkan oleh Korean Aerospace Industries (KAI) untuk Angkatan Udara Republik Korea (ROKAF) dan Angkatan Udara Indonesia (TNI-AU). (IND)

Penerbangan perdana pesawat tempur KF-X di harapkan pada tahun 2022, sedangkan pesawat pertama di jadwalkan mulai beroperasi pada tahun 2025. Pesawat KF-X akan menggantikan armada tua pesawat tempur F-4 dan F-5 ROKAF.

Produksi serial pesawat akan di mulai pada tahun 2023 dan pesawat produksi pertama akan dikirim ke ROAKF pada tahun 2025. KAI di perkirakan akan memproduksi 120 pesawat tempur pada tahun 2032.
Konfigurasi kokpit kursi tunggal dan kursi tandem dari pesawat tempur KF-X akan di lengkapi dengan kanopi tahan serangan burung. Selain itu, kaca depan pesawat ini di pasok oleh Texstars.

Baca Juga: Starfish Prime, Uji Coba Ledakan Nuklir di Angkasa

“Pesawat KF-X akan menggantikan armada tua pesawat tempur F-4 dan F-5 ROKAF.”
Pesawat tempur ini akan di lengkapi dengan radar Active Electronically Scanned Array (AESA) Elta Systems, sistem pencarian dan pelacakan inframerah (IRST), sistem penargetan elektro-optik (E/O) (EOTS), dan jammer frekuensi radio (RF). .
KF-X akan di tenagai oleh dua mesin General Electric F414-GE-400 yang di lengkapi dengan sistem full-authority digital electronic control (FADEC). Setiap mesin akan mengembangkan daya dorong maksimum 22.000 lb (98kN).

Pesawat tempur KF-X akan di pasang dengan peluncur peluru kendali udara-ke-udara (MEL) Cobham untuk pengangkutan dan peluncuran rudal udara-ke-udara.

Pesawat ini juga akan membawa sistem rilis BRU-47 dan BRU-57 Harris Corporation. Sistem Rilis Munisi Cerdas ganda BRU-57 memungkinkan untuk membawa bom hingga kelas 2.000 pon dan ditemukan pada F-16 yang terbang di seluruh dunia. Ia juga mampu membawa 1.000 pon dan 500 pon keluarga amunisi JDAM.

Produksi lokal, integrasi dan pemasangan mesin akan ditangani oleh Hanwha Techwin, melalui perjanjian kerjasama teknis dengan GE Aviation.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *