Alur Singkat Alice In Borderland Episode 1

oleh -91 views
alice in borderland

ZETIZEN RADAR CIREBON – Alur Singkat Alice In Borderland Episode 1 – Di awali dengan Arisu yang bermain video game dan juga mendengarkan saudarnaya yang memarahinya sebab kurangnya antusiasme pada pekerjaan. Arisu pada akhirnya pergi menghabiskan waktu bersama dengan teman-temannya yaitu Karube dan Chota. (Dheva)

Karube mendapati dia di ujung yang salah dari bosnya usai melecehkan pelayarn bar, Emi ketika dia sedang bertugas. Ketika ketiganya mengirim pesan satu sama lainnya, kita melihat rentetan pesan bertukar pada saat mereka memutuskan bertemu di depan station.

Mereka berunding kemana harus pergi dari sana ketika pembicaraan yang beralih menuju zombie dan video game. Sambil berbicara, karube memberi tahu temannya untuk menjalani kehidupan yang normal.

Jelas ketiganya merupakan orang buangan dan ucapan Karube begitu menyentuh hati Arisu, ketika dia melihat kerumunan orang-orang menjalani hidup mereka.

Tanpa sengaja mengakibatkan kecelakaan di jalan di luar, mereka bertiga bergegas masuk menuju dalam station kereta dan tertawa sambil berkumpul di salah satu kios.

Saat lampu mati dan kemudian menyala lagi, mereka keluar dan mendapati diri mereka di dunia yang sangat berbeda dan juga tidak dapat dijelaskan. Jalanan nampak kosong, sunyi dan tanpa kebisingan kecuali gumpalan kertas yang bertiup melewati mereka.

Merasa bingung, Arisu melihat menuju dalam kehampaan. Ada getaran nyata 28 days selanjutnya di sini ketika anak laki-laki kembali menuju kehidupan masing-masing. Namun mendapati tempat yang dulu ramai dan bising kini menjadi kosong. Anehnya lagi ponsel mereka tidak berfungsi.

Ketika mereka duduk di Perempatan Shibuya ketika malam menjelang, Arisu tersenyum sambil memberi tahu lainnya bahwa pergantian ini menarik.

Menjerit dan juga berteriak ke langit, seketika sebuah proyeksi muncul di gedung apartemen atas, memberi tahu mereka permainan akan segera di mulai. Dengan kelap-kelip lampu di kejauhan dan juga panah praktis yang mengarahkan mereka menuju arah benar, mereka pergi untuk menyelidiki.

Hal ini membawa mereka menuju GM Buildings, secercah cahaya redup di dunia suram dan gelap. Panah berguna berkedip ketika mereka mendekat, menunjukkan terhadap mereka jalan yang benar.

Dengan hanya 3 peserta dan juga waktu yang di hitung mundur, anak laki-laki di dekati gadis bernama Shibuke yang menjelaskan kini mereka telah melewati titik tertentu, sama seklai tidak ada jalan untuk kembali.

Mereka tidak sendiri, ketika gadis sekolah menengah datang dan juga memasuki permainan di detik terakhir. Game kematian ini mereka mempunyai petunjuk samar dalam bentuk kartu remi.

Mereka perlu memilih pintu yang tepat dalam batas waktu di tentukan dan keluar dari gedung. Dengan waktu 2 menit guna menyelesaikan teka-teki, skenario escape room terjadi ketika kelompok di hadapkan di ruangan yang hampir kosong kecuali 2 pintu berbeda, satu dengan “Live” dan lainnya “Die”.

Ketika permainana di mulai, Shibuke memberi tahu Arisu dan juga yang lainnya untuk memilih pintu “Alive”. Namun ini pilihan yang salah dan juga gadis SMA tersebtu terbunuh seketika.

Sisanya mampu melewati pintu yang berlabel “Die” dan segera menghadapi Shibuke, mempertanyakan mengapa dia memilih pintu salah. Dengan kamar yang identik menghadap mereka secara berurutan, anak-anak pun berdebat di antara mereka sendiri sebab permainan ini terus memburuk.

Pukulan di wajah membangkitkan ingatan Arisu atas mobil di luar dan juga dia memecahkan puzzle memanfaatkan matematika. Menyentuh dan kemudian pergi sementara waktu namun dengan waktu kurang dari satu detik, dan juga api dengan rakus memakan ruangan ketika mereka pergi, kelompok pun berhasil keluar.

Aplikasi di handphone mereka mengucapkan selamat ketika mereka mampu mencapai gang. Namun, kaki Chota mengalami luka parah. Di atas meja di luar yang kebetulan ada kartu yang mereka cari yang memberi para survivor ini visa selama 3 hari.

Ketika mereka melihat menuju atas, pria aneh tersandung menuju arah mereka dan juga menyatakan dia akan keluar dari permainan. Dan dengan putus asa ini berarti di eksekusi secara brutal dengan laser merah yang menembus tengkorak.

Menyadari visa mereka berkolerasi terhadap lamanya waktu mereka yang di izinkan guna tetap hidup, anak-anak ketakutan menyadari mereka perlu bermain guna bertahan hidup.

Baca juga : Alur Singkat Ju-On Origins Episode 1

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.