Buyer’s Remorse! Shoping yang Akan Disesalkan

oleh -48 views
buyer's remorse
Source: Google

ZETZEN RADAR CIREBON – Kita semua merasa bersalah setelah melakukan pembelian. Tapi penelitian psikologi sosial menyarankan solusi: Beli pengalaman, bukan objek. Atau akan mengakibatkan penyesalan di akhir yang namanya buyer’s remorse. (herdi)

Baca Juga:3 Eksperimen Psikologi yang Bisa Membuatmu Terkejut

Pandemi menciptakan perasaan cemas karena orang-orang merasa tidak yakin tentang apa yang sedang terjadi. Kecemasan biasanya memicu nilai materialistis yang meningkatkan kemungkinan orang akan melakukan pembelian. Materialis cenderung membeli barang berdasarkan status yang mereka rasakan, jadi tidak mengherankan jika banyak yang berinvestasi pada barang-barang mahal selama pandemi, karena mereka menghabiskan lebih sedikit uang untuk barang-barang seperti bepergian dan makan di luar.

Saat kita kembali ke kehidupan “normal”, tingkat kecemasan turun dan orang-orang tidak lagi menemukan barang yang mereka beli diinginkan atau berguna. Prioritas hidup kita berubah, dan dengan itu, keinginan materi kita.

Di masa pandemi, banyak juga yang beralih ke belanja online, karena pilihan atau kebutuhan. Ini juga dapat menyebabkan tingkat penyesalan yang lebih tinggi karena konsumen tidak dapat berinteraksi secara fisik dengan barang yang mereka beli. Ketika paket tiba di ambang pintu, itu mungkin tidak persis seperti yang mereka inginkan atau harapkan, membuat orang merasa kecewa.

Menghindari Buyer’s Remorse

Kita tidak bisa mengubah masa lalu, tapi setidaknya kita bisa mencoba membuat keputusan konsumen yang lebih baik di masa depan. Ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk mengurangi kemungkinan berharap Anda tidak pernah melakukan pembelian tertentu:

1. Pengalaman atas berbagai hal

Meskipun membeli pakaian atau mainan baru mungkin memuaskan dalam jangka pendek, membayar untuk pengalaman – seperti pergi berlibur atau bermain bowling – cenderung tidak menyebabkan Buyer’s Remorse. Ini karena suatu barang dapat terus-menerus dibandingkan dengan barang lain yang Anda miliki yang mungkin lebih murah atau lebih rendah dalam beberapa hal.

2. Jika ragu, jangan beli

Jika Anda ragu untuk membeli sesuatu, lebih baik menolak. Studi menunjukkan bahwa orang lebih kecil kemungkinannya untuk mengalami penyesalan jika mereka gagal membeli sesuatu daripada jika mereka membelinya.

3. Perkaya hidup Anda

Habiskan uang Anda untuk barang-barang yang terkait dengan pengembangan pribadi. Ketika pembelian dikaitkan dengan aspek-aspek seperti komunitas, kesehatan, seni, hiburan, dan pendidikan, orang merasa lebih puas dengan apa yang mereka beli.

4. Jauhi penjualan

Pembelian impulsif sering menyebabkan buyer’s remose. Mungkin sulit untuk menghentikan diri sendiri ketika Anda memiliki keinginan untuk berbelanja secara royal, tetapi ada tindakan pencegahan yang dapat Anda ambil.

sebelum berbelanja, tentukan berapa banyak yang mampu Anda belanjakan dan untuk apa Anda ingin membelanjakannya – buatlah daftar dan patuhi itu.

5. Pikirkan orang lain dulu

Alih-alih berfokus pada diri sendiri dan keinginan Anda, pikirkan tentang membeli barang untuk orang lain. Memberi hadiah bisa memuaskan bagi si pemberi dan si penerima.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.