Kegunaan Teman Khayalan Dalam Pertumbuhan Anak

oleh -3 views

ZETIZEN RADAR CIREBON – Apa Anda mempunyai Adik atau keponakan yang masih balita? Dan apa dia sering seolah bermain dengan seseorang tapi tidak ada siapa siapa di sana? Mungkin si anak mempunyai teman khayalan. (herdi)

baca Juga: 6 Cara Cerdas Mengurangi Kecanduan Anak pada Gadget

Apakah normal bagi seorang anak untuk memiliki teman khayalan? Apakah teman imajiner pertanda masalah pada anak? Teman imajiner tidak hanya normal tetapi cukup umum di kalangan anak kecil. Mereka bisa berbentuk binatang, makhluk gaib atau orang lain. Mereka membantu anak dalam banyak cara.

Bagaimana Teman Khayalan Mempengaruhi Perkembangan Anak?

Beberapa orang tua takut bahwa teman khayalan dapat mengalihkan perhatian anak mereka dari interaksi dengan orang-orang nyata. Tetapi ini tidak terjadi pada anak-anak seperti itu karena mereka juga memiliki teman sejati. Juga karena teman imajiner anak dapat membayangkan diskusi dari kedua belah pihak yang membantu dalam membangun perspektif dan memahami emosi orang lain.

Maka dari itu kita melihat bahwa memiliki teman khayalan memang berdampak positif bagi perkembangan anak. Teman imajiner berjalan seiring dengan pertumbuhan anak. Sebuah studi dari La Trobe University telah menunjukkan bahwa anak-anak dengan teman khayalan cenderung lebih kreatif dan maju secara sosial. Mereka menggunakan struktur kalimat yang lebih kompleks, kosakata yang lebih kaya, berpikir abstrak dan memiliki keterampilan sosial yang lebih baik.

Bagaimana Anda Bisa Menyesuaikan Diri dengan Teman Imajiner Si Anak?

Untuk memahami si anak dengan lebih baik, penting untuk menjadi bagian dari kehidupan si anak dan teman khayalannya. Ada banyak cara untuk melakukan ini, tetapi yang paling penting adalah menunjukkan minat pada karya si anak.

Anda dapat melakukan ini dengan bertanya lebih banyak kepada si anak tentang teman imajinernya. Seringkali anak menggunakan teman imajiner untuk mengungkapkan perasaan atau sesuatu yang membuat mereka tidak nyaman tetapi tidak bisa diungkapkan karena terlalu pribadi. Misalnya seorang anak mungkin berkata, “Munna tidak suka memakai ikat rambut”

Kapan Anda Harus Khawatir dengan Si anak dan Teman Khayalannya?

Meskipun memiliki teman imajiner adalah cara yang baik bagi seorang anak untuk berkembang, mungkin ada kasus di mana anak menjadi pendiam dan menarik diri dari masyarakat. Ini mungkin karena beberapa alasan.

Ketika si anak memiliki kekhawatiran maka Anda harus bertanya kepadanya bagaimana perasaan mereka dan juga tentang bagaimana perasaan teman imajinernya. Masalahnya bisa berupa berjuang untuk mendapatkan teman atau diintimidasi sehingga anak melihat teman imajiner sebagai satu-satunya cara untuk menghadapi situasi tersebut.

Anda harus selalu berhubungan baik dengan si anak. Umumnya anak-anak tidak suka sendirian dan ini mengarah pada penciptaan teman imajiner.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.