Penipuan Lewat Telepon ? Berikut 7 Cara Mengatasinya

oleh -63 views
Phone call from unknown number late at night. Scam, fraud or phishing with smartphone concept. Prank caller, scammer or stranger. Man answering to incoming call. Hoax person with fake identity.

ZETIZEN RADAR CIREBON – Di zaman yang serba digilat ini kita harus pintar pintar dalam bertingkah dan merespon segala hal dalam media sosial. Konsekuensi dalam ketidakcermatan dalam penggunaan media sosial bisa berakhir di tipu. Penipuan lewat ┬átelepon yang sampai sekarang tidak sedikit korbannya ini menjadi gangguan karena menggunakan identitas orang yang dekat dengan kita atau mengiming-imingi kita dengan hal manis agar terjatuh dalam tipuannya. (herdi)

Ada SMS pura-pura Anda menang undian. Ada lagi telepon yang ujungnya menggiring kita mengirim kode OTP. Beberapa modus begitu tampak meyakinkan, padahal di balik itu ada jebakan yang jahat. Dan ada juga telepon yang berpura-pura menjadi kolegamu menyuruhmu mengirimkan sejumlah uang untuk menolongnya. Lantas bagaimana caranya kita mengatasi hal-hal tersebut, berikut adalah caranya yang saya kutip dari detikNet.

Cara menghindari penipuan lewat telepon:

1. Hati-hati dengan nomor tidak dikenal

Semua teman dan keluarga Anda pasti sudah disimpan nomornya di HP. Kalau ada nomor yang tidak dikenal menelepon Anda, patutlah waspada. Jika dia memang ada keperluan dengan Anda, biasanya dia akan lanjut mencoba menghubungi lewat WhatsApp.

2. Abaikan nomor telepon yang aneh

Kalau tiba-tiba ditelepon dengan nomor yang bukan diawali +62, jangan buru-buru diangkat. Atau ada beberapa miscall ke HP Anda, tapi nomornya mirip-mirip. Biasanya ini nomor spam, abaikan saja.

3. Penelepon tidak tahu nama Anda, tapi mengajak bicara

Walaupun telemarketing itu menyebalkan, mereka biasanya masih punya nama Anda, misalnya data dari bank. Namun kalau Anda menerima telepon dan penelepon mengajak bicara tanpa tahu nama Anda, waspadalah.

Biasanya mereka justru akan bertanya dengan siapa dia bicara. Dari pada Anda menjawab, tanya balik saja dia siapa. Jika gelagapan, matikan saja teleponnya.

4. Tidak jelas dalam menyampaikan informasi

Kembali ke soal telemarketing, meskipun mereka cukup mengganggu, mereka masih punya tata kalimat runut. Memang sih itu hafalan, tapi setidaknya jadi pembeda dengan penipuan lewat telepon.

Biasanya mereka mengajak Anda terburu-buru supaya tidak sempat berpikir panjang. Atau, mereka meminta Anda melakukan sesuatu, di situlah patut curiga sepenuhnya.

5. Jangan terpancing memberikan informasi

Jika ada penelepon misterius dan lalu dia meminta informasi dari Anda, misalnya menanyakan nama, alamat dan kode-kode yang sifatnya privasi. Tolak!

6. Waspada ‘Magis’

Magis ini bukan sihir ya, detikers. Magis adalah manipulasi psikologis. Penipu biasanya akan mempermainkan perasaan korban, misalnya membuat panik atau takut.

Terkadang, korban sudah diincar dulu dengan informasi minimum lalu dibikin panik dengan kabar musibah atau masalah hukum yang menimpa keluarga atau teman. Ingat, jangan percaya. Lebih baik tutup telepon dan cari konfirmasi sendiri.

7. Gunakan aplikasi pendeteksi nomor telepon

Cara paling praktis untuk menghindari penipuan lewat telepon adalah memasang aplikasi pendeteksi nomor telepon. Ada banyak pilihannya di Android dan iOS, silakan pakai yang paling cocok buat Anda.

Jika ada telepon masuk ke ponsel, aplikasi ini akan memunculkan nama apakah ia penipu, debt collector, telemarketing atau memang seseorang yang Anda kenal. Anda pun jadi tenang ketika di telepon orang. Tinggal lihat saja apa tulisannya. Anda pun bisa melaporkan nomor telepon penipu dan akan masuk database di aplikasi tersebut sehingga pengguna lain pun waspada.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.