Rekomendasi Buku Self-Healing

oleh -7 views

ZETIZEN RADAR CIREBON – Rekomendasi buku self-healing supaya kamu lebih bisa menerima diri dan tumbuh dari luka. Selama pandemi kita memiliki banyak waktu luang, di waktu luang seperti ini tentunya kita harus menggunakan waktu sebaik-baiknya untuk mencoba hal baru yang membawa dampak positif. (stna)

Kalau biasanya kamu suka membaca buku fiksi, romance, comedy, atau slice of life. Sepertinya mulai sekarang kamu harus memperbarui diri untuk mencoba baca buku-buku self-healing di bawah ini. Yuk, simak bareng-bareng!

1. Pura-Pura Jadi Manusia Kuat

Rekomendasi buku self-healing yang pertama ada Pura-Pura Jadi Manusia Kuat.

“Di fase hidup quarter life crissis, remaja akan mencari dirinya sendiri. Lebih-lebih menciptakan karakternya sendiri. Jika ia tidak mendapatkannya di dalam rumah maka ia akan mencarinya di luar rumah. Dari fase inilah keberadaan rumah bagi mereka mulai di pertanyakan. Rumah bukan hanya sekedar sebuah bangunan berbentuk tempat tinggal yang berisi kamar untuk tidur dan dapur untuk makan.

Lebih dari itu, rumah adalah sebaik-baik tempat pulang yang harus memenuhi banyak syarat agar tempat tersebut dapat di sebut rumah. Yang sayangnya tidak terjadi dengan rumah-rumah yang ada hari ini. Banyak sekali dari mereka yang menjadi diri sendiri ketika di luar dan menjadi orang lain di dalam rumah. Di rumah tidak ada yang menghargai, di luar apalagi. Orang orang terdekatnya tidak peduli, orang orang yang ia cintai menyakiti.

Hancur sudah masa muda, masa dimana cinta dan kasih sayang menaungi semuanya. Tidak selalu kuat, tidak selalu tegap, tangguh, unggul. Kadang, ada waktunya menjadi manusia biasa saja. Runduk, membumi. Memahami bahwa kita tidak bisa selamanya jadi manusia kuat. Jangan pura pura kuat, manusia tempatnya salah, tempatnya lelah, tempatnya lemah.” – sdavincii

2. What’s So Wrong About Your Self Healing

Apa saja yang salah dalam proses self-healing kita, itu yang akan di bahas di buku ini. Lately, kita selalu mencari cara untuk self-healing, tapi seringkali maju-mundur, masih down lagi, putus asa lagi, bahkan kadang sampai stuck, nggak tahu harus bagaimana lagi mengusir rasa kesepian, kecemasan, serta kesedihan yang berkepanjangan, berdamai dengan luka dan trauma yang masih menyisa, bagaimana merasa utuh ketika diri ini banyak kekurangan dan kegagalan. Dari semua sarana self-healing yang kamu lakukan, buku ini perlu jadi sarana self-healing kamu.

3. I Want to Die but I Want to Eat Tteokpokki 2

Alih-alih menerima kekurangan, aku memutuskan untuk tidak memandang diriku sendiri secara negatif.” Perjuangan Baek Se-Hee untuk sembuh dari distimia masih berlanjut. Konflik batin yang ia alami selama masa penyembuhan pun jadi lebih kompleks. I Want to Die but I Want to Eat Tteokpokki adalah catatan pengobatan Baek Se-Hee yang berjuang mengatasi distimia—depresi ringan yang terus-menerus.

Kedekatan buku ini dengan pembaca mengantarnya masuk ke jajaran bestseller Korea Selatan dan Indonesia. Baek Se-Hee telah menggandeng banyak tangan orang pada seri pertama dan ia berharap bisa menggandeng lebih banyak tangan lagi dengan buku kedua ini. Baca buku ini agar kamu bisa lebih paham proses penerimaan diri tiap orang itu unik.

4. Mindful is Mind-Less: Seni Beristirahat dalam Badai

“Nyatanya lebih banyak kebaikan dari hidupmu ketimbang apa yang salah. Nggak peduli apa pun kelirunya.” Prof. Jon Kabat Zinn Sering kali kita mendengar dari keluarga, teman, dan lingkungan: “Perbaiki hidupmu! Berubahlah jadi lebih baik! Koreksi kesalahanmu!”

Bagaimanakah, kalau ternyata, tidak ada yang keliru dalam hidup kita? Cukup menarik jika kita mungkin bisa belajar terbuka pada kenyataan bahwa: “Hidup ini sudah utuh dan sempurna, apa adanya.” Bagaimana bisa? Buku ini menjelaskannya, dengan prinsip mindfulness. Mindfulness mengajak kita untuk sejenak berhenti mencari, karena sebenarnya semua yang dicari sudah ada di sini kini. Kita bisa bahagia tanpa satu alasan khusus.

Dengan membaca buku ini, kamu bisa lebih fokus dan tenang meskipun banyak masalah.

5. How to Stop Feeling Like Sh*t

Buku ini membahas cara mengenali kebiasaan buruk, memilih kebiasaan yang berbeda, dan mempraktikkan perilaku baru. Salah dan coba lagi. Perbaiki dan bertindak lagi. Buku ini soal bagaimana mengambil tindakan. Tak semata-mata membaca cara bertindak dan berpikir.

Baca juga : Self Healing: Tujuan dan Cara Melakukannya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.