Sekilas Chapter 105 Two Faced Princess

oleh -9 views

ZETIZEN RADAR CIREBON – Halo sobat! Kali ini kami membawakan cuplikan dari novel Korea berjudul Two Faced Princess, yuk simak. Kini kita akan intip chapter 105. Intip sekilas cuplikan awal kisahnya di sini. (Nd) 

Sekilas Chapter 105 Two Faced Princess

Atas perintah Kaisar, para ksatria segera berhamburan menuju tempat berburu. Penonton duduk di tempat perlindungan di bukit tepat di sebelah tempat berburu. Bukit itu sangat tinggi sehingga seluruh area yang luas terlihat.

Tempat berburu awalnya penuh dengan pohon-pohon besar dan rerumputan lebat, tetapi sebagian besar pohon tumbang untuk menghindari menghalangi pandangan penonton sementara juga memungkinkan monster untuk melihat pemburu dengan mudah. Dalam kompetisi ini, kekuatan dan seni bela diri lebih penting daripada kecerdasan karena akan sulit untuk meluncurkan serangan rahasia.

Mereka semua mengenakan ikat pinggang yang bisa memperkuat suara. Ini membuat pertunjukan jauh lebih menarik.

Sebanyak 100 ksatria berpartisipasi dalam kompetisi untuk kehormatan keluarga masing-masing.

Paris tersenyum seolah kemenangannya sudah dijamin. Gareth berdiri di sampingnya, dan Caelion, yang meniru ekspresi arogan mereka sebanyak mungkin, berlari ke tempat berburu. Ksatria berambut perak yang mengenakan setelan berburu dengan lambang keluarga Grand Duke mengikutinya.

“Semoga berhasil, semuanya,” kata Apollonia. Dia ingin itu berjalan lancar seperti yang direncanakan.

Semoga Paris menang sehingga dia bisa bersembunyi di balik kejayaannya.

Dan moga kompetisi berakhir dengan Caelion menunjukkan ketidakmampuannya.

Semoga kompetisi berjalan lancar dan Uriel tetap diperhatikan.

Tapi tak satu pun dari keinginannya menjadi kenyataan.

Paris menonjol di antara 100 peserta. Rambut pirang platinumnya yang indah, yang sangat mirip dengan Apollonia, dan wajahnya yang tampan yang mirip dengan ayahnya, menarik perhatian orang bahkan dari jauh. Mata coklat mudanya bersinar lebih terang dari sebelumnya di bawah sinar matahari yang keras.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.