Self Acceptance! Pentingnya Menerima Kekurangan Diri

oleh -42 views

ZETIZEN RADAR CIEBON – Sesuatu yang membedakan manusia dari kebanyakan hewan lain adalah rasa memiliki kita. Kami telah hidup berdampingan sejak awal waktu, yang telah membawa kami menjadi makhluk sosial yang luar biasa. Self acceptance lebih dari sekadar menoleransi cara Anda memandang diri sendiri. Ini adalah menerima perilaku, sikap dan gaya hidup Anda, mengakuinya dan bekerja untuk membuat perubahan yang diinginkan. (herdi)

Self acceptance berbeda dari self esteem

Self acceptance seringkali digunakan bergantian dengan istilah self esteem. Namun, keduanya sebenarnya memiliki arti yang berbeda.

• Self esteem

Self esteem adalah kemampuan untuk menghargai dan menilai kemampuan diri sendiri. Orang yang memiliki self esteem yang baik, akan menganggap bahwa dirinya bermanfaat dan patut untuk melakukan suatu hal, karena memiliki kemampuan.

• Self acceptance

Sementara yang satu ini, memiliki cakupan yang lebih luas. Orang yang bisa mempraktikkannya, tidak hanya akan punya self esteem yang baik, tapi juga bisa menerima kekurangan sebagai bagian dari dirinya.

Saat sudah bisa mempraktikkan self acceptance, maka Anda bisa mencintai diri sendiri apa adanya. Meski begitu, bukan berarti hal ini akan membuat diri berhenti berkembang.

Manfaat Self acceptance

  • Saat mempraktikkan ini, Anda akan menemukan karunia dan bakat tersembunyi yang tidak Anda ketahui tentang diri Anda sendiri. Terkadang hal negatif dapat mengaburkan penilaian dan kemauan kita untuk mencoba hal-hal baru, membatasi waktu untuk eksplorasi diri.
  • Self acceptance memungkinkan Anda untuk memahami dan mengakui sifat dan kebiasaan karakter Anda, yang akan menjauhkan Anda dari membandingkan diri sendiri dengan orang lain. Alih-alih berfokus pada apa yang tidak Anda miliki, Anda akan mulai mengakui apa yang telah di berikan kepada Anda dan menerimanya.
  • Mempraktikkan self acceptance berarti menerima semua kekurangan dan menerima siapa Anda hari ini, bukan gagasan tentang siapa Anda nantinya setelah Anda mencapai tujuan Anda. Seseorang harus melatih self-compassion dengan memaafkan kesalahan yang di buat oleh diri sendiri dan orang-orang di sekitar Anda. Ini berarti, berbelas kasih terhadap orang lain dan memahami bahwa kehidupan setiap orang memiliki tantangan dan perjuangan, termasuk Anda sendiri.

Cara Mempraktikannya

Untuk bisa menjalaninya, tentu bukan hal yang mudah. Namun, Anda bisa memulainya dengan mencoba tips-tips beikut ini.

1. Tetapkan niat dan tujuan

Semua hal harus di awali dengan niat. Dengan adanya niat yang baik, maka kita bisa mengubah cara berpikir yang semula dengan rasa bersalah, malu, dan ragu, menjadi penuh penerimaan, kepercayaan, dan toleransi.

2. Kenali kelebihan diri sendiri

Tidak sedikit orang yang jika di tanya, “Apa kelebihanmu?” akan menjawab, “Tidak tahu.” Padahal, setiap manusia memiliki kelebihan, begitupun dengan Anda.

Jika tidak percaya, coba masuk lebih dalam ke dalam pikiran dan memori bahagia yang tersimpan, lalu tuliskan hal-hal apa yang bisa membuat Anda bertahan hingga sekarang.

3. Pahami orang-orang di sekitar

Tidak bisa di pungkiri, orang-orang yang ada di sekitar Anda memiliki pengaruh yang cukup besar akan perkembangan diri. Jadi, coba kenali lagi, adakah teman yang justru membuat Anda merasa rendah diri dan tidak percaya diri?

Jauhkan diri Anda dari orang-orang yang memberikan dampak negatif dan mulailah membuat mencari orang lain yang bisa di jadikan support system atau memberikan dukungan.

4. Maafkan diri sendiri

Berkutat pada penyesalan, bisa membuat kita sulit menjalankan self acceptance. Jadi, maafkanlah diri Anda dan move on.

5. Redam kritik yang berlebihan

Jika kritik dalam pikiran kita sudah terlalu jahat, akan sulit bagi diri Anda untuk menerima bahwa manusia juga bisa salah dan kesalahan itu bukanlah akhir dari segalanya.

6. Menerima kegagalan

Diri Anda saat ini, mungkin bukanlah yang dulu di bayangkan. Misalnya dulu Anda membayangkan bahwa di usia 25 tahun, sudah punya rumah, dan pekerjaan tetap. Namun pada kenyataannya belum.

Hal ini bisa mengecewakan, tapi memori kegagalan janganlah semata-mata di hilangkan. Sebaliknya, terimalah kondisi tersebut dengan tangan terbuka dan jadikan itu sebagai pelajaran.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.