Siswa Mengembangkan Teknologi Game Untuk Penelitian Ilmiah

oleh -12 views
Photo by Florian Olivo on Unsplash

ZETIZEN RADAR CIREBON – Seorang mahasiswa PhD di The University of Manchester telah mengembangkan metode dan perangkat lunak baru untuk menggunakan teknologi permainan komputer untuk simulasi ilmiah dan teknik yang kompleks. (Dheva)

Kartu grafis yang kuat, juga di kenal sebagai unit pemrosesan grafis (GPU), biasanya di gunakan untuk membuat gameplay ultracepat dan visual realistis untuk konsol game, komputer pribadi, dan laptop. Namun baru-baru ini, GPU telah muncul sebagai teknologi untuk mempercepat simulasi ilmiah, menjalankan beberapa aplikasi lebih dari 100 kali lebih cepat daripada komputer konvensional.

Dengan menggunakan teknologi ini, Alex Chow, dari School of Mechanical, Aerospace and Civil Engineering, kini membuat simulasi skala besar dari ‘aliran fluida kekerasan’. Termasuk gelombang laut yang kuat yang menabrak turbin angin lepas pantai untuk memprediksi kekuatan tumbukan potensialnya pada struktur. Menciptakan kompleks dan simulasi komputer yang akurat biasanya di lakukan pada apa yang di sebut ‘superkomputer’. Alih-alih menjadi mesin individu, superkomputer sebenarnya terdiri dari ratusan unit pemrosesan pusat (CPU) yang terhubung dengan hingga ribuan inti komputasi. Komputer yang kuat seperti itu di perlukan karena simulasi besar ini memiliki miliaran perhitungan dan jutaan titik data. Jenis mesin ini, meskipun sangat kuat, sangat mahal, bahkan dengan kelompok kecil mulai dari ratusan ribu pound hingga jutaan pound. Mereka juga menggunakan energi dalam jumlah besar dan hanya dapat di akses oleh sejumlah kecil peneliti dan ilmuwan.

Manfaat menggunakan unit pemrosesan grafis (GPU) adalah jauh lebih murah dan hemat energi di bandingkan dengan superkomputer biasa yang di perlukan untuk melakukan simulasi kompleks seperti itu. Beberapa GPU cukup kompak untuk muat di laptop sedangkan superkomputer mungkin memerlukan seluruh ruangan atau fasilitas khusus.

Alex telah mengembangkan perangkat lunak komputer dari kode sumber terbuka “DualSPHysics” untuk metode simulasi ilmiah “Incompressible smoothed particle hydrodynamics (ISPH)”. Untuk di jalankan pada GPU untuk mensimulasikan aliran hidrodinamik (air) yang kompleks dan ganas. Kode baru ini mampu menghitung jutaan titik data pada satu perangkat untuk aplikasi rekayasa 3D nyata. Tantangan utama yang harus di atasi Alex dalam penelitiannya adalah persyaratan untuk menyelesaikan sistem matematika dari jutaan persamaan simultan yang terus berubah selama simulasi.

Dia mengatakan: “Menggunakan teknologi semacam ini mengurangi biaya simulasi ilmiah yang kompleks dari ratusan ribu pound menjadi hanya beberapa ribu. Keuntungannya adalah sebagian besar peneliti dan perusahaan teknik kecil mampu membeli laptop/komputer yang relatif kuat dengan GPU berkualitas. Sehingga membuat simulasi dan penelitian semacam ini semakin mudah diakses.”

Berbicara tentang proyeknya, Chow menambahkan: “Jumlah energi yang di hasilkan dari lingkungan lepas pantai meningkat ketika dunia mencoba memenuhi target energi dunia, tetapi lingkungan laut bisa sangat keras dan keras, jadi merancang struktur untuk lingkungan ini secara efisien adalah tugas yang sulit. Menggunakan eksperimen fisik bisa sangat tidak praktis dan tidak mewakili masalah. Simulasi ini memungkinkan para insinyur dan peneliti untuk membuat keputusan penting tentang desain struktur tanpa harus berinvestasi dalam kunjungan lapangan dan eksperimen yang mahal.”

Sumber : Materi di sediakan oleh University of Manchester

Journal Reference:

  1. Alex D. Chow, Benedict D. Rogers, Steven J. Lind, Peter K. Stansby. Incompressible SPH (ISPH) with fast Poisson solver on a GPUComputer Physics Communications, 2018; 226: 81 DOI: 10.1016/j.cpc.2018.01.005

Baca juga : Bagi Banyak Siswa, Aljabar Dosis Ganda Mengarah Ke Pencapaian Perguruan Tinggi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.