Beauty is Pain, Tren Fashion Berikut ini Modis Namun Menyiksa Part 2

oleh -115 views

ZETIZEN RADAR CIREBON – Sobat Zetizen pasti pernah mendengar kalimat Beauty is pain? Hal ini muncul karena tidak sedikit tren kecantikan yang menyiksa para pemakainya. Sampai hari ini, slogan itu masih sering orang – orang gunakana untuk para wanita yang ingin tampil cantik dan memukau setiap saat. (Nd)

Seperti yang pernah para perempuan di zaman dulu ini lakukan, mereka rela melakukan apa saja demi terlihat menarik. Tidak hanya perkara gaya, beberapa tren fashion dan kecantikan di masa lalu masyarakat gunakan untuk menandakan status sosial seseorang. Semakin ekstrem, semakin eksis, semakin tinggi status sosialnya. Seperti hal-hal berikut ini, yuk simak ulasannya.

Fashion items berikut sangat terkenal pada masanya. Masyarakat meyakini para wanita yang mengikuti tren tersebut akan terlihat cantik nan rupawan. Bahkan di antaranya masih ada yang populer di jaman sekarang lho

Chopines

The Chopine | Essay | The Metropolitan Museum of Art | Heilbrunn Timeline  of Art History
Sumber: The Metropolitan Museum of Art

Jika kamu pikir Lady Gaga adalah pemilik sepatu dengan hak paling ekstrem, kamu harus menilik tren sepatu berhak tinggi ke abad ke-15. Chopine adalah sepatu modifikasi pada bagian sol hingga mempunyai ketebalan sampai 20 inchi. Pada walnya chopines perempuan bangsawan Italia kenakan agar gaun panjang mereka tidak kotor terkena lumpur dan tanah.

Tidak hanya wanita Chopines juga laki-laki kenakan untuk menandai status sosial mereka. Semakin tinggi dan tebal solnya, semakin tinggi pula status sosialnya.

Karena alas kaki ini mempunyai tinggi hak yang tidak umum, tak heran jika penggunanya sering kali merasa sakit di bagian kaki atau sampai terjatuh ketika berjalan. Tren chopines lalu digantikan dengan sepatu hak tinggi atau high heels yang lebih modern.

Beauty is Pain With Arsenic Dress

The Arsenic Waltz: Poisonous Green Dye in Victorian Fashions – Beverly  Hamowitz
Sumber: Beverly Hamowitz

Di era Victoria, warna Scheele Green atau hijau kekuningan sangat digemari terutama oleh kaum perempuan. Warna hijau yang spesifik ini didapat dari senyawa arsenik dan sering digunakan untuk pewarnaan dalam bentuk bubuk.

Para perempuan di era itu sangat menyukai gaun berwarna Scheele Green. Akan tetapi, karena pewarnaannya menggunakan zat berbahaya, tidak heran jika banyak perempuan yang menderita sakit hingga meninggal setelah mengenakan gaun cantik tersebut.

Tidak hanya mereka yang mengenakannya, tetapi para pekerja yang membuat gaun itu pun menjadi korbannya. Beruntunglah kita yang hidup di era sekarang, karena teknik pewarnaan pada pakaian sekarang semakin beragam dan tidak lagi menggunakan zat berbahaya seperti arsenik. 

Sumber: Beautynesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.