Cherophobia! Apa Seseorang Bisa Takut Bahagia?

oleh -73 views

ZETIZEN RADAR CIREBON – Merasa tidak bahagia biasanya di pandang sebagai sesuatu yang harus di hindari, tetapi seperti yang di tulis Calvin Holbrook. Penelitian menunjukkan bahwa cherophobia – ketakutan akan kebahagiaan – adalah nyata. Lantas, mengapa sebagian orang takut akan kebahagiaan, dan apakah kondisi tersebut bisa di obati? (herdi)

Mungkin benar untuk mengatakan bahwa banyak dari kita mencari kebahagiaan sepanjang hidup kita, baik itu dari hubungan cinta, kepuasan karir, atau rumah yang aman dan nyaman. Jadi, gagasan bahwa seseorang bisa menderita ketakutan akan kebahagiaan terdengar sulit di percaya.

Namun, pada kenyataannya, ada beberapa orang yang sama sekali menghindari perasaan bahagia dan memang takut akan konsekuensi dari kebahagiaan. Fenomena ini di kenal sebagai cherophobia, atau ketakutan akan kebahagiaan. Istilah ini berasal dari kata Yunani chairo, yang berarti ‘Saya bersukacita’.

Cherophobia: definisi

Sebenarnya, orang yang hidup dengan cherophobia tidak selalu takut dengan perasaan menyenangkan yang dapat di bawa oleh kebahagiaan, tetapi, pada kenyataannya, lebih peduli tentang kemungkinan efek negatif – kekecewaan, kesedihan, kesepian – yang dapat terjadi ketika apa pun yang menyebabkan kebahagiaan berhenti.

Memang, beberapa orang dengan cherophobia memiliki masalah untuk memberikan diri mereka sedikit kegembiraan atau kesenangan karena mereka merasa tidak pantas mendapatkannya. Asumsinya adalah bahwa kebahagiaan tidak bisa stabil atau konstan, dan hanya nasib buruk yang akan mengikuti, jadi tidak ada gunanya percaya pada kebahagiaan dan kesejahteraan.

Sayangnya, mengkhawatirkan kebahagiaan menghalangi cara hidup yang sehat. Itu karena manusia membutuhkan pengalaman positif untuk memperkuat dan mengisi bahan bakar diri kita sendiri, baik secara mental maupun fisik. Selain itu, produksi apa yang di sebut ‘hormon kebahagiaan’ (endorfin seperti serotonin dan dopamin), penting untuk kesejahteraan kita. Kita yang tidak menghasilkan cukup endorfin ini dapat mengalami depresi.

Solusi?

Studi menunjukkan bahwa, sebagian besar, kemampuan untuk bahagia adalah bawaan. Sementara ada orang yang terancam hancur oleh pukulan takdir yang buruk, yang lain mengatasinya dengan kekuatan yang luar biasa.

Tapi tidak setiap orang yang kehilangan gen kebahagiaan harus menyerah pada nasib ini. Para ahli berbicara tentang apa yang di sebut ‘kebiasaan bahagia’, cara rutin kecil yang dapat kita pelajari untuk meningkatkan kebahagiaan. Bagi mereka yang menderita cherophobia, ini adalah cara yang bagus untuk memperluas persepsi pribadi mereka tentang kebahagiaan.

Perhatian dan mindfulness adalah kata-kata ajaib dalam konteks ini. Itu karena bukan perasaan bahagia yang besar dari, katakanlah, jatuh cinta atau ketika seorang anak lahir, melainkan hal-hal kecil sehari-hari yang menyehatkan kita secara psikologis.

Bagi mereka yang hidup dengan cherophobia atau ketakutan akan kebahagiaan, pengalaman belajar dari menikmati momen kebahagiaan kecil dan teratur ini adalah kuncinya. Itu karena momen-momen seperti itu biasanya hanya positif – tidak ada hasil negatif – tidak ada kekecewaan, iri hati, hukuman – atau emosi negatif lainnya yang melekat padanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.