Kamu Produktif atau Toxic Productivity?

oleh -45 views

ZETIZEN RADAR CIREBON – Toxic productivity adalah istilah lain dari overworking dan workaholic. Toxic Productivity memunculkan perasaan dimana kita ingin selalu melakukan pekerjaan secara “produktif” meskipun semua pekerjaan telah selesai. (stna)

Contohnya seperti apa sih? Misalnya ketika kamu berada di depan layar laptop seharian penuh untuk melakukan suatu pekerjaan dan sampai lupa untuk makan atau mandi. Bisa juga ketika kamu terlalu banyak mengikuti volunteer, organisasi, atau magang sampai lupa waktu istirahat.

Cirinya adalah obsesi tinggi terhadap produktivitas, tidak pernah merasa puas dengan hasil pekerjaanmu, perasaan bersalah saat berdiam diri. Akhirnya, kamu akan mengalami burnout yang membahayakan kesehatan, dan itu harus kamu hindari.

Coba beberapa hal berikut ini untuk melawan Toxic Productivity.
1. Fokus pada satu hal besar untuk dikerjakan per hari
2. Memotivasi diri dengan self-reward
3. Membangun rutinitas atau sistem yang positif secara perlahan
4. Manajemen stres dengan mengelola diri, baik itu pikiran, emosi, serta jadwal harianmu

Kamu bisa menentukan batasan yang mengubah pola pikir dari yang hanya memikirkan pekerjaan ke hal-hal lain yang berarti dalam hidup. Seperti tidak boleh bekerja selama tiga jam tanpa di selingi istirahat, harus quality time dengan keluarga pekan ini, harus tidur cukup selama delapan jam setiap hari, dan terapkan professional detachment.

Saat kamu menerapkan professional detachment, kamu akan memperlakukan pekerjaan sebagai sesuatu yang akan kamu tangani setelah menjalankan tanggung jawab lain di luar itu. Selain itu, praktikkan juga mindfulness. Melalui mindfulness, kamu akan lebih mudah menyadari apa yang dibutuhkan tubuh dan pikiranmu dan hal itu bukan toxic productivity.

Nah, sekarang sudah tahu kan, kamu produktif atau toxic productivity. Produktif itu baik, tapi jangan sampai kelewat produktif hingga lupa diri dan tidak memperhatikan apa yang sebenarnya kamu butuhkan. Kesehatan fisik dan mental tetap yang utama. Ingat ya teman-teman, jangan sampai produktifmu menjadi toxic productivity.

Baca juga: 5 Trik Mengatasi Mager dan Mulai untuk Produktif!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.