Mengenal Apa itu Manajemen Berpikir

oleh -79 views
Photo by Thirdman from Pexels

ZETIZEN RADAR CIREBON – Berpikir adalah sebuah proses dimana kita melakukan pertimbangan serius sebelum melkakukan sesuatu agar dapat dikerjakan dengan efektif. Untuk mendapatkan hasil yang efektif dalam melakukan kegiatan kita, kita perlu mengenal yang namanya manajemen berpikir. (Robi)

Kali ini kita akan membahas salah satu konsep manajemen pikiran yang dinamakan Prinsip tiga lapis pikiran. Prinsip tiga lapisan pemikiran membahas bagaimana cara manusia menerima informasi dan menempatkan energi terhadap suatu permasalahan sesuai porsinya. Apa saja 3 lapis pikiran itu? Yuk kita simak aja sampe akhir tentang konsep Manajemen berpikir.

1. Lingkar Pengaruh

Lingkaran ini merupakan lapisan terdalam yang ada pada diri kita. Lingkar Pengaruh ini merupakan segala sesuatu yang dapat mempengaruhi kita secara langsung dan nyata.

Pada lingkar ini sebaiknya kita memasukkan segala informasi dan melakukan kegiatan yang berpengaruh terhadap apa yang ingin kamu raih dan capai. Maka dari itu kita mengeluarkan energi dan tenaga terbesar dan utama pada Lingkar Pengaruh.

Hal-hal yang termasuk dalam Lingkar Pengaruh seperti belajar, mengembangkan diri, memperluas wawasan, manajemen waktu, dan lain-lain.

Sabrang menganalogikan Prinsip Tiga Lapisan Pikiran ini dengan analogi “Berkendara”.

Dalam berkendara, Lingkar Pengaruh adalah kita sebagai pengendara di mana kita memegang segala keputusan dari kemana kita pergi, rute mana yang kita lalui, dan cara berkendara yang kita gunakan.

2. Lingkar Kepedulian

Lingkar Kepedulian merupakan lapisan kedua di mana kita memperdulikan dan terlibat dalam suatu masalah namun sejatinya kita tahu bahwa kita tidak bisa berpengaruh dengan banyak.

Contoh pada lingkar ini adalah kegiatan dalam bermasyarakat, dan berorganisasi. Kita hanya dapat menjalankan peran kita saja

Pada lingkar ini sebaiknya kita hanya memikirkan dan melakukan hal yang menjadi porsi dan kemampuan kita. Maka itu energi dan tenaga yang kita keluarkan hanya secukupnya saja tanpa berlebihan.

Dalam analogi Berkendara tadi, Lingkar Kepedulian sama seperti seorang penumpang. Di sini kita hanya dapat berperan sedikit dan hanya bisa “pasrah” karena segala keputusan utama terletak pada pengendara.

Baca Juga : Berpikir Positif Adalah Kunci dari Setiap Masalah

3. Lingkar Perhatian

Lingkar Perhatian ini merupakan lapisan terluas dan terjauh pada diri kita. Pada lingkaran ini kita mengetahui adanya permasalahan namun kita tidak memiliki peran maupun pengaruh sama sekali.

Contoh dari Lingkar Perhatian ini adalah ketika kita mendengar berita soal kebijakan Pemerintah dan DPR. Pada hal ini kita tahu bahwa permasalahan itu ada, namun kita tidak dapat melakukan apapun. Sehingga alangkah baiknya kita hanya mengeluarkan energi yang sangat minim pada lingkaran ini.

Jika kamu pernah merasa sangat sedih ketika tim sepakbola favorit kamu kalah atau artis yang kamu idolakan sedang tersandung kasus, atau kamu terlalu memikirkan Teori Konspirasi, maka kamu menempatkan energi yang terlalu berlebihan di Lingkar Perhatian.

Pada lingkaran ini kita hanya bisa memperhatikan dan mempelajari hikmah yang dapat kita terima dan kita terapkan pada Lingkar Pengaruh.

Dalam analogi “Berkendara”, Lingkar Perhatian ini seperti sebagai “Pengendara Lain”, di mana kamu hanya bisa memperhatikan namun kamu tidak berpengaruh sama sekali terhadap segala keputusan atau tindakan pengendara lain.

Source : Facebook

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.